Home Kesehatan Korban KDRT dan Bullying bisa mengadu ke Rumah Duta Revolusi Mental

Korban KDRT dan Bullying bisa mengadu ke Rumah Duta Revolusi Mental

24
0
Korban KDRT dan Bullying bisa mengadu ke Rumah Duta Revolusi Mental

Semarang, 17/9 (BeritaJateng.net) – Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Bullying di kota Semarang dapat melapor ke Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM) yang berada di Jalan Simongan raya Kelurahan Manyaran.

Tingkat kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT dan kasus bullying yang terjadi pada anak-anak akhir-akhir ini kembali terjadi dan berpotensi meningkat. Meski sudah ada PPT Seruni yang merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah untuk mendampingi korban KDRT dan Bullying, saat ini pemkot juga memiliki Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM) yang bertugas melakukan sosialisasi dan upaya pencegahan atau preventif.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat melaunching Rumah Duta Revolusi Mental di Jalan Simongan Raya Manyaran, Jumat mengatakan ada dua hal yang harus diperhatikan yakni RDRM akan menjadi rumah bagi korban bullying dan KDRT sekaligus bantuan hukum.

“Selanjutnya terkait dengan program nyata dalam pencegahan terjadinya KDRT dan Bullying, apalagi terdapat beberapa fasilitas pendukung seperti psikolog. Dua sisi ini harus menjadi semangat terbentuknya RDRM yang menjurus pada pencegahan karena mencegah lebih baik dari pada mengobati apalagi ada fasilitas konseling dari tiga psikolog yang ada dan dua advokat hukum,” jelasnya.

Dengan adanya RDRM ini, Walikota tidak ingin ada lagi kasus Bullying dan KDRT terjadi dikota Semarang apalagi sudah ada PP Seruni dan Rumah Duta Revolusi Mental. Saat ini sudah terdapat 34 korban KDRT maupun Bullying yang sudah ditangani di RDRM, yang kebanyakan korban dari kalangan Aparatur Sipil Negara ASN.

“Jadi yang mengagetkan karena sebagian pelaku bullying ternyata pernah menjadi korban, kalau ditarik benang merah ini sebuah kebiasaan yang biasa diteruskan. Tapi ini harus disadari dan harus diubah, kita bersama bangsa indonesia harus menjadi hebat. Semua sisi hal yg lain termasuk mental dan yang lain. Jangan ada lagi penindasan terhdap kaum yang lemah,” tegas Walikota.

Korban KDRT dan Bullying bisa mengadu ke Rumah Duta Revolusi Mental
Korban KDRT dan Bullying bisa mengadu ke Rumah Duta Revolusi Mental

Di sisi lain, Wakil Walikota Semarang Hevarita Gunaryati Rahayu dalam kesempatan yang sama menjelaskan terkait fasilitas yang ada di RDRM, yakni ruang konseling, ruang bermain bagi anak, dan fasilitas pendukung lainnya seperti mobil keliling yang siap menjemput korban KDRT dan bullying.

“Pengelolaan Rumah duta Revolusi Mental atau RDRM ini berada di bawah kewenangan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Kota Semarang, dan pelaporan dapat melalui layanan telpon 024-76432642. Sedangkan upaya preventif akan dilakukan salah satunya program pencegahan terhadap anak disekolah dengan memberikan pelatihan kepada para Guru,” imbuh Wakil walikota.

Sementara itu, Ketua PPT Seruni Krisseptiana Hendrar prihadi mengatakan saat ini kasus bullying dan KDRT didominasi kasus KDRT yang mendapat pengawalan dan pendampingan dari PPT Seruni.

Sinergitas antara PPT Seruni dan Rumah Duta Revolusi Mental diharapkan dapat semakin menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan Anak yang terjadi dikota Semarang.

“KDRT mendominasi kasus kekerasan kepada permpuan dan anak yang ditangani PPT Seruni. Kami akan bersinergi dengan Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM) terkait dengan tupoksi. Kasus bullying yag terjadi baru-baru ini di SMA Negeri dikota Semarang bahkan anaknya sudah tidak mau menginjakan kaki dikota Semarang lantaran mengalami kekerasan dari oknum guru,” jelas Tia, sapaan akrab Krisseptiana. (El)