Home Kesehatan Konsumsi Ayam Broiler, Teh, dan Coklat Berlebihan Bisa Memicu Emosi 

Konsumsi Ayam Broiler, Teh, dan Coklat Berlebihan Bisa Memicu Emosi 

958
0
Acara bertajuk 'Bincang-bincang Bersama Akung Ruslan dan Uti Sugi (Pemenang Golden Wedding Stories) dan Dr. H. Widodo Supriyono, M.A (Dosen UIN Walisongo Semarang) di Hotel Siliwangi.
      Semarang, 16/12 (BeritaJateng.net) – Mengkonsumsi makanan dan minuman jenis teh, coklat, ayam broiler secara berlrbihan, rupanya dapat memicu emosi pada seorang anak.
       Pernyataan ini disampaikan oleh Dr. H Widodo Supriono M.A saat menggelar acara bertajuk ‘bincang-bincang keluarga’ di Hotel Siliwangi Semarang.
       “Pola pikir atau mindset anak-anak saat ini cenderung memperlihatkan emosi yang meletup dan berlebihan. Meskipun tak jarang, orang tua juga memperlihatkan emosionalnya,” ungkap Widodo yang juga merupakan Dosen UIN Walisongo Semarang ini.
       Menurut Widodo, salah satu penyebab timbulnya emosi pada anak-anak itu, karena faktor jenis makanan yang dikonsumsi.
       “Seperti contohnya, jika mereka (anak-anak) sering mengkonsumsi ayam broiler. Ayam broiler memiliki kandungan kolesterol yang tinggi. Kolesterol juga penyebab utama serangan jantung. Mengkonsumsi berlebihan tentunya tidak baik bagi tubuh,” ungkapnya.
        Kandungan lain pada ayam broiler ini adalah kandungan arsenik yang tinggi, bahkan jika diolah tidak secara benar bakteri salmonela, bakteri e.coli dan resiko kanker bisa saja menyerang.
        Ada lagi, lanjut Widodo, minuman yang menyebabkan emosi anak meledak jika dikonsumsi berlebihan. Yakni, teh. “Sebenarnya teh memiliki manfaat yang banyak, namun jangan dikonsumsi berlebihan karena terdapat kandungan tanun dalam jumlah besar, mengandung kafein yang telah terbukti menyebabkan kecemasan dan tekanan darah naik sehingga memicu emosi. Selain itu, teh juga mengandung pestisida, bahkan jika diberi label organik sekalipun.
        Selanjutnya, ada camilan yang harus diatur porsinya, yakni coklat. “Coklat kaya akan karbohidrat, yang bisa meningkatkan tingkat dengan yang triptofan masuk otak. Hal ini meningkatkan tingkat serotonin, neurotransmiter yang mengatur suasana hati, menciptakan perasaan yang baik. Namun jika dikonsumsi berlebihan, justru menyebabkan sakit kepala, obesitas, jantung dan masalah emosional membakar seperti lekas marah, kebingungan, kemarahan dan depresi,” katanya.
        “Bagi mereka yang tidak cocok mengkonsumsi makanan ini dapat berdampak emosi tinggi, dan berdampak cepat lelah,” ungkapnya saat mengisi Bincang-bincang di Hotel Siliwangi Semarang.
        Melalui kegiatan ‘Bincang-Bincang Bersama’ , Widodo mengajak para orang tua agar bijak memilih dan membatasi jumlah makanan dan minuman bagi buah hati agar tidak berlebihan. “Kita perlu tahu kandungan makanan yang akan dikonsumsi anak, hal ini agar gizi seimbang serta kontrol dapat dilakukan,” imbuhnya. (Ak/El)