Home Lintas Jateng Konsinyasi Menjadi Pilihan Akhir Pembebasan Lahan Waduk

Konsinyasi Menjadi Pilihan Akhir Pembebasan Lahan Waduk

image

Kudus, 16/12 (Beritajateng.net) – Proses pembebasan lahan untuk pembangunan Waduk Logung yang rencananya menggunakan lahan di dua desa yakni Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe dan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo memang tidak semudah yang dibayangkan. Berbagai upaya yang ditempuh Pemkab Kudus, tidak seluruhnya membuahkan hasil maksimal.  

Sebagian besar pemilik lahan memang sudah bersedia melepaskan hak miliknya dengan nilai ganti yang sudah ditetapkan tim independen yakni Rp28.000 untuk lahan miring dan Rp31.000 untuk lahan datar. Selain itu, tanaman yang tumbuh diatas lahan juga mendapat uang pengganti sesuai jenis dan usia tanaman.  

Menanggapi jalur konsinyasi yang terpaksa ditempuh oleh Pemkab Kudus tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Noor Yasin menegaskan, mulai hari ini Selasa (16/12) Pemkab Kudus menempuh cara paksa dalam membebaskan lahan untuk keperluan pembangunan waduk. Sebelumnya, Pemkab sudah melakukan berbagai cara agar masyarakat melepaskan lahannya untuk keperluan pembangunan.  

Proses pembebasan sudah berjalan cukup lama. Dari waktu ke waktu selama beberapa tahun ungkapnya Pemkab senantiasa mengajak dialog dengan pemilik lahan terkait pembebasan. “Meski demikian, pemilik lahan masih diberi kesempatan untuk menyepakati tawaran uang pengganti sehingga pembayarannya nanti tidak perlu dititipkan ke Pengadilan Negeri,” terangnya.  

Tetapi, lanjutnya, jika masih ada pemilik lahan yang tidak bersedia melepaskan lahan miliknya hingga batas waktu yang ditentukan, makan jalur konsinyasi terpaksa harus ditempuh.Sementara, jalur konsinyasi yang ditempuh Pemkab bukan dilakukan secara tiba-tiba, jauh sebelumnya sudah disampaikan rencana tersebut.  

Sedangkan bagi pemilik lahan yang sudah sepakat dengan tawaran uang pengganti, katanya, pembayarannya akan dilakukan setelah proses administrasinya dipenuhi.

Ditambahkan, total lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan mencapai 196 hektare sedang yang belum dibebaskan sebanyak 26 bidang. “Kita berharap pemilik lahan bersedia melepaskan lahan miliknya demi kepentingan bersama yakni untuk pembangunan waduk,”tandasnya. (pjh/pj)