Home News Update Komunitas Muslim Singapura Belajar Di Pesantren

Komunitas Muslim Singapura Belajar Di Pesantren

37
0
Rombongan Komunitas Muslim Singpura berfoto bersama pengasuh Ponpes Manbaul Hikmah, Mororejo, Kaliwungu. 
              KENDAL, 2/9 (BeritaJateng.net)  — Sebanyak 40 orang dari Komunitas Muslim Singapura belajar sistem pembelajaran pondok pesantren di Kaliwungu. Tepatnya di Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikmah di Desa Mororejo.
                   Rombongan Ustadz Pasuni Maulana dari Singapura bertukar budaya dan belajar sistem pembelajaran agama yang diterapkan di Pesantren. “Kedatangan kami untuk mengetahui sistem pembelajaran agama yang diterapkan Kota Santri Kaliwungu,” katanya.
                Menurutnya Pesantern adalah bagian dari peninggalan yang diajarkan Rasulullah Muhammad yang harus dilestarikan. “Kami berharap apa yang kami dapat disini, bisa kami terapkan di Singapura,” tandasnya.
                 Menurutnya sistem pembelajaran di Pesantren Manbaul Hikmah sangat luar biasa. Dimana para santri belajar penuh di pesantren setiap hari. Selain kunjungan ke Manbaul Hikmah, rombongan tersebut juga memberikan bantuan berupa 200 ekor kambing kurban. Kambing tersebut disalurkan ke Masjid Agung Kendal, panti asuhan dan sejumlah takmir masjid dan mushola di Kendal.
                 Pengasuh Ponpes Manbaul Hikmah, KH Suyuthi Murtadlo mengatakan jika Pesantren tersebut sudah berdiri lebih kurang 30 tahun. Lebih kurang ada 200 lebih santri yang belajar pesantrennya. “Ini adalah pesantren salaf dimana para santrinya belajar mendalami dan memahami Islam. Belajar dari pagi hingga malam, bahkan malam para santri disini kami wajibkan mejalani sholat malam,” katanya.
                    Pimpinan Ponpes Manbaul Hikmah, Basyarohman mengatakan jargon pesantrennya adalah Santri Manbaul Hikmah Iso Opo Wae, Opo Wae Iso. “Santri bisa apa saja, apa saja bisa. Jadi disini tidak hanya belajar agama, tapi santri kami bekali dengan keterampilan dan pendidikan sekolah,” tegasnya.
                  Pesantren Manbaul Hikmah sudah terintegrasi dengan pendidikan formal SMP dan SMK serta perguruan tinggi. Harapannya, lulusan Manbaul Hikmah tidak hanya pandai dan paham agama tapi juga pengetahuan dunia. (sty/El)