Home Hiburan Komunitas Gambar 3D Dengan Media Kapur Pertama di Indonesia

Komunitas Gambar 3D Dengan Media Kapur Pertama di Indonesia

1385

komunitas gambar

Chalk Art Indonesia

Semarang, 18/1 (beritajateng.net) – Menggambar merupakan hal yang biasa dilakukan oleh setiap orang. Namun bila menggunakan kapur dan memperlihatkan efek 3 dimensi pastinya bukan hal yang umum ditemui.

Ya.. Komunitas Chalk Art Indonesia, salah satu komunitas di Semarang yang tengah digandrungi seniman lukis dan mural.

Berdiri sejak 19 Juli 2012, Chalk Art Indonesia didirikan oleh Nasay saputra dengan tujuan memperkenalkan seni kapur pada kalayak umum. Gambar Chalk Art yang ditampilkan bukan gambar biasa, melainkan memperlihatkan efek 3 dimensi. 

“Kapur bukan hanya media menulis dipapan tulis seperti yang dilakukan pelajar terdahulu, dari kapur bisa menciptakan seni semacam lukis atau mural yang menimbulkan efek 3 dimensi (3D),” papar Idham Siswara salah satu anggota Chalk Art Indonesia.

Di Indonesia belum ada, lanjut Idham, makanya kita bikin Chalk Art Indonesia, sebagai pelopor seni kapur di Indonesia.

“Di Amerika udah jadi hal lazim dan umum yang sering ditemui, bahkan hingga di kompetisikan. Namun di Indonesia belum ada komunitanya,” ujar Idham.

Mengapa kapur? Menurut Idham, kapur itu seperti debu, jadi tidak permanent saat di gambarkan. Mudah hilang saat terkena hujan. Sehingga kita bisa menggambar lain di tempat yang sama ketika gambar telah hilang.

“Kesulitan Chalk Art yaitu waktu proses bikin. Saat bikin warna gelap pada lukisan atau mural karena kapur yang digunakan adalah kapur buatan sendiri,” katanya.

Komunitas yang sering diundang di berbagai acara kesenian ini biasa melakukan aksi menggambar dan latihan di TBRS, The Heritage Cafe atau kadang di rumah anggota.

“Kalau mau gabung bisa lewat medsos facebook Chalk Art Indonesia, kita juga share gambar hasil seni kita juga kok di medsos,” tutupnya. (BJ05)