Home Headline Komplotan Spesialis Curanmor Dibekuk, 29 Sepeda Motor Diamankan

Komplotan Spesialis Curanmor Dibekuk, 29 Sepeda Motor Diamankan

Polisi menunjukkan barang bukti hasil curanmor yang disita dari tersangka.

Cilacap, 1/9 (BeritaJateng.net) – Dalam beberapa waktu terakhir, kejahatan sekelompok pencuri sepeda motor yang disebut dengan Tim 7 memang cukup meresahkan masyarakat, khususnya yang ada diwilayah Cilacap barat.

Pasalnya, kelompok spesialis pencuri rumahan itu telah membuat puluhan warga kehilangan sepeda motor. Namun kini, kelompok yang mayoritas anggotanya masih memiliki hubungan keluarga satu sama lain itu telah berhasil dibekuk oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Cilacap.

Komplotan penjahat ini berjumlah tujuh orang dengan 29 sepeda motor berbagai merk yang berhasil diamankan polisi berikut sebuah mobil. Dari tangan para pelaku juga disita barang bukti berupa alat yang digunakan untuk melakukan aksi pencurian sepeda motor yakni tiga buah kunci leter T, gunting, tatah serta 13 buah Handpone yang diduga hasil dari kejahatan.

Kapolres Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya saat mengatakan, tujuh pelaku ditangkap adalah Nanda Andrianto alias Ganto (19), Andi (23), Sutarman alias Penjol (45), Ganjar (23) tahun, Pardio alias Doyok (48), Muhammad Masrul alias Arul (40) dan Dasiman alias imang (40). Mereka semuanya tercatat merupakan warga Kecamatan Gandrungmanggu Kabupaten Cilacap.

Yang menarik, kata Kapolres, ternyata komplotan tim 7 ini masih memiliki hubungan keluarga.

“Ada yang kakak adek, ada yang menantu dan mertuanya. Mereka sudah setahun beraksi khususnya diwilayah Cilacap barat,” terang Kapolres sambil menerangkan, modus yang digunakan komplotan ini dengan menyambangi rumah korbannya dan merusak atau mencongkel jendela atau pintu untuk mendapatkan sepeda motor curiannya.

Berdasarkan pengakuan para ternyata, ternyata mereka hanya butuh waktu sekitar 3 menit untuk mengambil sepeda motor di dalam rumah dengan menggunakan kunci T. “Tim ini memang terkenal cukup ganas dan tidak segan-segan menggunakan kekerasan terhadap korbanya” ungkapnya.

Hasil kejahatan dijual ke daerah Cikalong Jawa Barat dengan harga per unit Rp 2 juta kepada penadah yang saat ini masih dalam pengejaran petugas. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatnya para pelaku kini menjalani proses hukum. Mereka dapat dijerat dengan pasal 363 kuhp KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara. (BJ33)