Home Headline Komplotan Perampok Diringkus, Satu Kabur

Komplotan Perampok Diringkus, Satu Kabur

870
Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean dan jajaran dalam ungkap kasus Curas
Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean dan jajaran dalam ungkap kasus Curas
Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean dan jajaran dalam ungkap kasus Curas

Wonogiri, 27/4 (BeritaJateng.net) – Kawanan perampok yang beraksi di Sidoharjo Wonogiri, 9 April lalu berhasil diringkus oleh jajaran Polres Wonogiri. Para penyatru rumah Tirto Wiyono warga Dusun Doko, RT 01 RW 06 Desa Ngabeyan, Sidoharjo, berhasil menggondol sapi jenis simental. Salah satu pelakunya residivis, tertangkap dalam pengejaran di wilayah Jawa Timur. Namun, satu orang pelaku utamanya masih buron.

Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP David Manurung mewakili Kapolres Wonogiri Windro Akbar Panggabean, Senin (27/4) mengungkapkan, komplotan begal sapi tesebut berjumlah tiga orang. Ketua komplotan berinisial K berhasil lolos dari pengejaran. Sedangkan dua orang lagi tertangkap. Masing-masing adalah Risardi, 30, warga Dusun Manglu RT 2 RW 3, Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, serta Humaedi, 40, warga Dusun Menur RT 2 RW 9, Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Pacitan, Jatim.

Saat kejadian sekitar pukul 04.00 pagi, pemilik tidak mengetahuinya. Pemilik baru mendapati kandangnya kosong pada keesokan hari ketika hendak memberikan makan sapi kesayangannya. Pemilik sapi merugi sekitar Rp 15 juta.

“Pemilik melapor dan langsung kami lakukan pelacakan. Tanggal 17 April berhasil kami tangkap di daerah Nawangan, Pacitan,” ungkapnya.

Para pelaku yang berhasil ditangkap berjumlah dua orang. Mereka dibekuk tanpa perlawanan hanya berselang beberapa hari paska menjual sapi hasil pembegalan itu.

Tidak hanya menangkap mereka, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti pembegalan. Diantaranya satu unit truk Mitsubishi yang digunakan untuk mengangkut sapi dengan nomor polisi AD 1318 ND, dan satu mobil pikap Suzuki Carry bernopol AD 1863 RR.

“Mobil pick up yang digunakan untuk menyurvei lokasi bakal dilakukannya tindakan kriminal mereka. Sapi sudah dijual oleh teman mereka yang lain, masih kami dalami keterlibatannya. Satu pelaku utama yang menjadi dalang berinisal K masih buron, dia sudah empat kali melakukan aksi pencurian sapi,” tandasnya.

Salah seorang pelaku, lanjut Kasatreskrim, adalah Risardi yang merupakan residivis. Dia sebelumnya telah di penjara di Sukoharjo gara-gara melakukan penganiayaan. Sedangkan Humaedi bertindak selaku sopir truk pengangkut sapi. “Dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara,” terangnya.

Di hadapan petugas, Risardi mengatakan, sapi hasil pembegalan telah dijual seharga Rp 9,5 juta. Namun uang tersebut sebagian besar sudah habis dibagi-bagi. Yang tersisa hanya nominal Rp 500 ribu. “Yang menjual teman saya,” kata Risardi. (BJ09)