Home Headline Komplotan Pencuri Spesialis Toko Di 28 TKP Diringkus Polisi

Komplotan Pencuri Spesialis Toko Di 28 TKP Diringkus Polisi

159
0
Komplotan Pencuri Spesialis Toko Di 28 TKP Diringkus Polisi
        Semarang, 4/5 (BeritaJateng.net) – Aparat Polrestabes Semarang berhasil mengamankan Komplotan pencuri spesialis toko di 28 lokasi. Keempat pelaku yang berjumlah empat orang masing masing bernama Masrokan (42) dan AU (43), warga Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Asep (40), warga Kebonharjo, Tanjungmas, Semarang Utara, Kiswanto (50), warga Batursari, Mranggen, Demak.
       Dalam setiap melancarkan aksinya,  keempat pelaku mempunyai peran masing-masing. Masrokan bertindak sebagai eksekutor atau yang mengambil barang sementara tiga rekannya bertugas mengelabui pelayan atau pemilik toko.
        “Tiga pelaku pura-pura datang sebagai pembeli untuk mengelabui korban. Setelah korban lengah, Masrokan yang bertindak sebagai eskutor menyelinap ke dalam toko dan mengambil barang berharga milik korban, uang handphone atau berang lainnya,” ungkap Wakapolrestabes Semarang, AKBP Enriko Sugiarto Silalahi saat di Mapolrestabes Semarang
        Dari pemeriksaan polisi, komplotan ini sudah melakukan aksi pencurian sebanyak 28 lokasi dalam kurun waktu selama satu tahun. Namun dari dua aksinya yang terakhir di toko alumunium di wilayah kedungmundu dan Umbul Jaya majapahit, dengan total kerugian mencapai 30 juta rupiah.
Komplotan Pencuri Spesialis Toko Di 28 TKP Diringkus Polisi

“Dari dua toko pelaku membawa dua tas berisi  uang hasil penjualan. Aksi mereka dilakukan selalu siang hari,” ujarnya.

       Sementara itu dari pengakuan salah satu pelaku Masrokan, uang hasil tindak kejahatan, selalu dibagi rata setelah melancarkan aksi. “Dibagi rata berempat. Uang digunakan untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya.
       Mereka berkeliling  mengendarai sepeda motor untuk mencari sasaran. “Sistemnya acak, sedapatnya, kalau ada toko baju, pura-pura beli baju, toko alumunium pura-pura beli alumunium, sesuai yang di jual toko tersebut,” ujarnya.
        Atas perbuatannya keempat pelaku dijerat pasal 363 dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Nh/El)