Komplotan Pencuri Kayu Antar Kota Dibekuk Polisi

Komplotan Pencuri Kayu Antar Kota Dibekuk
              PEMALANG, 29/4 (BeritaJateng.net) – Komplotan pencuri kayu (illegal Loging) antar kota berhasil dibekuk tim Buser Reskrim Polres Pemalang. Komplotan yang berangotakan 10 orang itu setidaknya telah menggasak 15 batang kayu jati di Petak 146C di Igir Petir Desa Karanganyar, Kecamatan Bantarbolang, Pemalang. Melalui aksi kejar-kejaran dan penghadangan komplotan ini berhasil disergap di Jalan Cisadane Kelurahan Widuri Kabupaten Pemalang.
            Kapolres Pemalang AKBP Kingkin Winisuda SIK didampingi Kasatreskrim AKP Akhwan Nadzirin mengatakan, penangkapan 10 tersangka berawal laporan warga adanya sebuah truk warna putih yang mencurigakan, karena masuk hutan Petak 146 C namun tidak menyalakan lampu. Tim Buser bersama dengan Polhutmob Perhutani KPH Pemalang kemudian melakukan pengecekan ke lokasi, namun truck ternyata sudah meninggalkan lokasi.
            Setelah dilakukan pengejaran akhirnya truk bernopol AA 1610 BH berhasil dihentikan petugas di Jalan Cisadane Kelurahan Kebondalem yang notabene merupakan jalan kampung, ternyata untuk menghindari petugas awak kendaraan memilih rute jalan kampung bukan jalan utama. Dari keterangan mereka, akhirnya mengembang bahwa anggota kawanan lain yang ikut dalam aksi lari dengan menggunakan kendaraan Avanza Nopol K 8843 FD.
            “Kendaraan Avanza dimaksud akhirnya berhasil dihentikan petugas yang sudah melakukan pngejaran dan penghadangan di depan Polsek Ulujami,” jelasnya.
            Kesepuluh tersangka tersebut adalah Puji Hartono (42), Supardi (31), Juri (37), Ansori (40), Ahmad Yusuf (35), Dari (50), Jamin (25) kesemuanya warga Blora, serta Refli (27), Rasmin (30),keduanya warga Rembang dan Trihartono (33) warga Semarang. Diduga mereka bukan pemain baru, karena aksinya sudah dilakukan antar kota.
            Dalam aksinya kawanan ini sengaja menggunakan 2 kendaraan, yakni satu kendaraan khusus untuk mengangkut kayu jarahan dan satu lagi untuk memantau situasi. Sementara untuk memotong kayu jati menggunakan gergaji manual agar tidak mengeluarkan suara berisik, mereka mengincar Pemalang karena mempunyai wilayah hutan begitu juga daerah-daerah lain yang memiliki hutan juga tak luput dari incaran kawanan ini. (yit/El)

Tulis Komentar Pertama