Home Headline Komplotan Pencuri Burung Ditangkap Aparat Polsek Tembalang Semarang

Komplotan Pencuri Burung Ditangkap Aparat Polsek Tembalang Semarang

916
0
Tiga Pelaku Komplotan Pencuri Burung Ditangkap Aparat Polsek Tembalang Semarang
       Semarang, 21/2 (BeritaJateng.net) – Kepolisian Sektor Tembalang Kota Semarang Berhasil mengungkap kasus pencurian burung di wilayah Kota Semarang. Pelaku berjumlah tiga orang ditangkap tak lama setelah melakukan aksi pencurian burung.
       Ketiga orang pelaku masing-masing bernama Fahmi Baraja alias Ambon (20), warga Jalan Sawah Besar XIII, Rusunawa Blok D Kaligawe, Fajar Christanto (23), warga Perum Korpri Blok T, Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, dan Ahmad Arifudin alias Lekan (30), warga Gayamsari Selatan RT 10 RW 03, Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang.
         Dalam menjalankan aksinya ketiga pelaku memiliki peran masing-masing. Mereka biasa mencari burung yang dijemur oleh pemiliknya.
        Kapolsek Tembalang Budi Rahmadi menjelaskan komplotan ini sudah beraksi sebanyak tiga kali, yakni di wilayah Tembalang dua kali, dan yang terakhir di sebuah rumah di jalan Gayamsari selatan, Sendangguwo, pelaku berhasil menggondol seekor burung jenis love bird beserta kandang burung.
       “Dalam aksinya, komplotan ini memiliki peran masing-masing, ada yang mengawasi, joki dan eksekutor, mereka beraksi di wilayah tembalang dua kali dan satu kali di wilayah gayamsari,” ujarnya di Mapolsek Tembalang Semarang, Rabu (21/2).
        Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku Fahmi dan Fajar juga merupakan pelaku pencurian sepeda motor di wilayah Sambiroto, Tembalang Semarang. Oleh pelaku motor tersebut juga digunakan untuk melakukan aksi pencurian burung.
         “Sepeda motor yang digunakan pelaku ini ternyata hasil kejahatan, TKP-nya di Sambiroto. Jadi sekali tangkap dua kasus terungkap, yakni pencurian burung dan pencurian sepeda motor,” tambahnya.
        Sementara itu, Fahmi salah satu pelaku mengaku jika hasil curian alias burung itu dijualnya melalui media sosial atau online. “Burung hasil curian saya jual melalui online seharga Rp. 200 ribu. Selain burung ya sedapatnya,” ujarnya.
          Atas perbuatannya kini pelaku mendekam di sel tahanan Mapolsek Tembalang Semarang, dan diancam jeratan pasal 363 dengan acmanan hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Nh/El)