Home Headline Komplotan Palu Maut Diringkus Polisi

Komplotan Palu Maut Diringkus Polisi

Semarang, 25/11 (BeritaJateng.net) – Kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Jawa Tengah ungkap dua komplotan pencuri yang kerap beraksi di sejumlah wilayah Jawa Tengah.

Dua komplotan itu diringkus polisi di tempat dan waktu yang berbeda. Namun, keduanya memiliki modus yang sama dalam melakukan tindak kejahatannya, yakni dengan memecah bagian kaca mobil.

Komplotan pertama terdiri dari enam pelaku, diantaranya Joko Randi alias Joko (21) dan Budiarso (21) masing-masing warga Rejang Lebong, Bengkulu. Lalu, Damar Wahyu Wicaksono (21) warga Jiwan, Madiun, dan Andi Irawan (38) warga  Sambilegi Kidul, Sleman, Yogyakarta serta dua pelaku lagi merupakan warga Air Putih, Samarinda Ulu, yakni Fikram (32) dan Wijaya Selalu (32).

Keenam pelaku tersebut diringkus di sebuah hotel yang ada di Trenggalek, Jawa Timur, pada hari Kamis dini hari, Tanggal 19 November 2015 lalu.

Sementara komplotan lain yang terdiri dari empat pelaku ditangkap di sebuah tempat kos di Waringin Anom, Jetis, Gresik, Jawa Timur, pada hari Jumat malam, (20/11).

Keempat pelaku itu yakni M Saleh (32), Hamid (28), Abnin Priyadi (29), dan Muhamad Amin alias Amin (28). Kesemuanya merupakan warga Kayuagung, Kabupaten Oki, Palembang.

Dua diantara empat pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas pada bagian kakinya, karena berusaha kabur dan melawan petugas saat dilakukan penangkapan.

Pada tanggal 17 November 2015, di daerah Tegalgunung, Kabupaten Blora merupakan kali terakhir komplotan pertama melakukan aksinya. Saat itu, korban mengalami kerugian hingga Rp. 30 Juta.

Sedangkan komplotan kedua terakhir beraksi di daerah Cepu, Kabupaten Blora pada tanggal 6 November 2015, dengan kerugian mencapai Rp. 70 Juta.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol Gagas Nugraha menjelaskan kedua komplotan yang ditangkap oleh pihaknya ini tidak saling kenal, dan keduanya bekerja sendiri-sindiri untuk kelompoknya.

“Pengungkapan ini berdasarkan dari olah tempat kejadian perkara dan keterangan sejumlah saksi,” ujarnya saat di Mapolda Jateng, Rabu (25/11).

Lebih lanjut Gagas menyatakan masih terus dalam kasus ini, termasuk melakukan pengejaran pelaku lain yang masih menjadi buron.

“Untuk kelompok kedua, ada satu orang yang masih buron dan saat ini masih dalam pengejaran petugas,” jelasnya.

Untuk proses hukum lebih lanjut, kini para pelaku diamankan di Mapolda Jawa Tengah, dan terancam Pasal 363 KUHP tentang pencurian disertai pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Bjt02)