Home Lintas Jateng Ritual Jelang Imlek Di Klenteng Pasar Gede

Ritual Jelang Imlek Di Klenteng Pasar Gede

SOLO, 24/1 (BeritaJateng.net) – Perayaan Tahun Baru Imlek 2567 yang jatuh pada 8 Februari 2016  akan di awali beberapa ritual di  Klenteng Tien Kok Sie, Pasar Gede seperti tradisi  Pao Oen, Grebeg Sudiro dan kiem sien Konco (patung) BI LEK HUD.

Ketua Umum Klenteng Tien Kok Sie, Henry Susanto menjelaskan tradisi Pao Oen sendiri merupakan tradisi ruwatan jika dalam budaya Jawa. Tradisi tersebut bertujuan menghilangkan hal-hal yang buruk yang bisa saja terjadi dengan meminta permohonan maaf kepada Tuhan.

“Dengan ditandai dengan pelepasan 888 burung gereja dan 888 ikan lele. Pelepasan burung di depan klenteng. Sedang lele akan di lepas di aliran sungai Bengawan Solo di bawah jembatanJurug,” jelasnya Minggu (24/1/2016).

Pemilihan rangkaian angka 888 karena angka delapan dianggap angka yang baik dalam tahun monyet api. Sedangkan pelepasan burung dan ikan untuk menjaga ekosistem.

“Selain itu sebagai bentuk rasa syukur atas segala yang diberikan Tuhan selama setahun belakangan”, ungkapnya.

Ritual Pao Oen yang digelar di Klenteng Tien Kok Sie, Pasar Gede, Solo, berlangsung khidmad. Dengan melepaskan ikan dan burung dipercaya akan mendatangkan berkah dan banyak rejeki.

“Maknanya, supaya tahun depan nanti lebih diberkati dan diberikan kelimpahan rejeki,” papar  Henry Susanto.

Upacara Poe diawali dengan ritual pembukaan Sutra Phu Men Phin. Selanjutnya dilakukan siraman tolak balak untuk menghilangkan energi negatif.

Peserta upacara Poe Oen membawa satu stel pakaian yang telah diberi nama pada kertas khusus untuk didoakan. Juga harapan untuk tahun depan yang di tulis dalam selembar kertas. (Bj24).