Home Headline Komnas PA Minta Pelaku Kekerasan Anak Di Sukoharjo Segara Ditahan

Komnas PA Minta Pelaku Kekerasan Anak Di Sukoharjo Segara Ditahan

arist Merdeka

SUKOHARJO, 2/10 (BeritaJateng.net) – Kekerasan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oknum anggota Brimob berinisial  Aiptu JS kepada  MA (14), siswa kelas 6 SD di Solo masih dalam proses di kepolisian Sukoharjo. Dan sampai saat ini pelaku kekerasan anak masih belum di tahan pihak kepolisian.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait juga turun langsung mengawal kasus tersebut dan  mendesak Polres Sukoharjo segera menangkap dan menahan Aiptu JS, pelaku tindak kekerasan terhadap MA (14), siswa kelas 6 SD Home Schooling Kak Seto, Solo.

Seharusnya menurut Arist dengan alat bukti yang sudah ada dan sudah memenuhi kelengkapnnya tak ada alasan bagi Polres Sukoharjo untuk menunda penahanan oknum tersebut. 

” Tiga alat bukti sudah terpenuhi, sudah sangat kuat, bahkan ada rekaman CCTV juga. Polres harus segera menangkap dan menahan anggota Brimob yang melakukan kekerasan kepada korban,” ujar Arist di Solo, (1/10/2015) malam.

Arist menyebutkan data yang ada banyak alat buktinya baik  berupa rekaman video, CCTV, pengakuan korban dan hasil visum dokter. Dan itu sudah sesuai  sesuai dengan Pasal 184 KUHAP. Tidak perlu mencari  alat bukti lagi.

Namun tegas Arist, jika Polres dan Danki Brimob masih butuh alat bukti lain, pihaknya siap berkoordinasi dan akan dibantu dengan alat bukti yang ada yang akan di bawa  ke Polres Sukoharjo agar pihak kepolisian bisa segera menindak lanjuti kasus tersebut ke proses hukum. 

“Selain itu pelaku juga  bisa dikenakan pasal berlapis. Selain melakukan kekerasan fisik kepada anak dibawah umur juga kekerasan verbal. Pelaku juga  memasuki pekarangan orang lain tanpa ijin. 
Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas,” papar Arist.

Pagi ini Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait, bersama tim kuasa hukum korban Badrus Zaman dan juga korban yang didampingi keluarga datang ke Mapolres Sukoharjo untuk berkoordinasi terkait kasus tersebut. (BJ24)