Home Lintas Jateng Komnas HAM Lakukan Investigasi Terkait Penangkapan Tiga Terduga Teroris Di Solo

Komnas HAM Lakukan Investigasi Terkait Penangkapan Tiga Terduga Teroris Di Solo

komnas HAM
Solo, 16/8 (BeritaJateng.net) – Pasca penanangkapan tiga terduga teroris oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri beberapa hari lalu Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) melakukan investigasi di rumah ketiga terduga teroris tersebut. 

Investigasi dilakukan oleh Koordinator Sub Komisi Pemantauan dan Investigasi Komnas HAM Siane Indriani bersama dua anggota Komnas HAM lainnya Teni Karnila, Devi Rulyat datang ke rumah  Sugiyanto (35), Yuskarman (30), Ibadur Rahman di Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah rumah Ibadur Rahman di Jalan Kyai Mojo RT 06/RW 4 Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah. Sebab  Komnas HAM mendengar informasi bahwa saat dilakukan penggeledahan oleh Densus 88, pihak keluarga Ibadur Rahman sempat melakukan perlawanan dengan menolak memberikan susu bubuk sebagai bahan campuran pembuatan onde-onde ketika tim tim Densus akan mengambilnya. 

Pihak keluarga sendiri menolak petugas membawa susu bubuk tersebut, takutnya nanti akan direkayasa hasilnya. Selain itu pihak keluarga juga menyatakan bahwa bendera yang dikabarkan sebagai bendera ISIS yang ditemukan di dalam rumah sebenarnya adalah bendera  milik TPA yang lokasinya dekat rumah mereka. 

Sementara itu, Koordinator Sub Komisi Pemantauan dan Investigasi Komnas HAM Siane Indriani menyatakan investigasi ini untuk menghindarkan adanya tindakan penyiksaan saat pembuatan BAP seperti kejadian sebelum-sebelumnya. 

Dalam pertemuan tersebut Siane mengungkapkan keluarga menyatakan keberatan atas tindakan Densus saat melakukan penggeledahan. Selain itu petugas juga tidak menunjukkan bukti surat penangkapan bahkan mereka (ayah Ibad)  juga sempat ditodong menggunakan senjata oleh pihak Densus.

“Sebelumnya juga sering kali melakukan penyiksaan terhadap terduga ketika proses pembuatan BAP. Kalau perlu kita akan temui ketiga terduga untuk menanyai,” ungkap Siane di Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, Minggu (16/8/2015).

Selanjutnya Siena menyatakan hasil investigasi di lapangan pihaknya belum bisa menyimpulkan bagaimana hasilnya. Masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh MUI dan Muhammadiyah. Dan selanjutnya akan langsung dilaporkan pada Presiden agar nantinya prosedur penangkapan bisa  lebih manusiawi dan sesuai SOP. (BJ24)