Home Headline Komjen Budi Gunawan Semakin Kuat Jadi Kapolri

Komjen Budi Gunawan Semakin Kuat Jadi Kapolri

584
Komjen Budi Gunawan
Komjen Budi Gunawan
Komjen Budi Gunawan

Semarang, 7/1 (BeritaJateng.net) – Nama Komjen Budi Gunawan makin kuat untuk menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Sutarman. Budi mengalahkan empat calon Kapolri lainnya, yakni Komjen Badroedin Haiti, Irjen Pudji Hartanto, Irjen Syafruddin, dan Irjen Unggung Cahyono.

Hal tersebut disampaikan Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane. Menurutnya, pihaknya mendata ada delapan alasan kenapa Budi Gunawan harus jadi Kapolri. Pertama, percepatan penggantian Kapolri bukanlah hal baru.

“Kapolri Dai Bachtiar misalnya, diganti meski masa pensiunnya 4 tahun lagi. Kapolri Timur Pradopo diganti meski masa pensiunnya 3 bulan lagi. Sehingga percepatan penggantian Sutarman adalah wajar,” ujar Neta S Pane.

Kedua, Budi merupakan Komjen senior dari Akpol 83, sementara Akpol 81 sudah menjadi Kapolri dan Akpol 82 menjadi Wakapolri. Sehingga sangat wajar Akpol 83 memimpin Polri. Ketiga, selama ini Budi banyak membuat visi misi sejumlah Kapolri, termasuk konsep-konsep perubahan Polri.

“Untuk itu, sudah saatnya Budi menjalankan sendiri konsep-konsep yang pernah dibuatnya,” tambahnya.

Keempat lanjut Neta, Budi dikenal sebagai Pati (Perwira Tinggi) yang mudah bergaul, baik di internal maupun eksternal Polri. Bahkan banyak Kapolri yang meminta bantuannya melobi legislatif maupun kalangan masyarakat lainnya.

“Kelima, Budi tipe Pati Polri yang mau menerima masukan, terutama untuk perbaikan institusi. Keenam, Budi sangat dekat dengan Megawati dan Presiden Jokowi, sehingga dipastikan lebih bisa memahami konsep
Revolusi Mental untuk membenahi Polri,” terangnya lagi.

Alasan ketujuh lanjut Neta, lima tahun sebagai Kalemdikpol tentunya Budi sangat paham soal arah perbaikan Polri. Selama ini banyak Kapolri terlihat bingung menentukan arah perbaikan Polri dan harus dimulai dari mana.

“Akibatnya, perubahan sikap, prilaku, dan kinerja Polri hanya retorika di bibir,” ujarnya.

Dan alasan kedelapan, Budi bukanlah tipe jenderal pengkhianat, baik untuk institusi maupun untuk masyarakat. Terbukti, selama lima tahun dipendam di Kalemdikpol, Budi tetap berkarya untuk berusaha membenahi Polri lewat jalur pendidikan. Padahal, seharusnya dia sudah bergeser menjadi Wakapolri ataupun Irwasum.

“Dengan kedelapan alasan ini, tidak ada alasan bagi segelintir kalangan untuk menolak Budi Gunawan jadi Kapolri. Bahkan harusnya seluruh kalangan Polri solid untuk mendukungnya menjadi Kapolri pilihan
Presiden Jokowi,” pungkas Neta. (BJ)

Advertisements