Home Lintas Jateng Komisi C DPRD Demak Cari Referensi Pembahasan RAPBD Ke Samarinda dan Balikpapan

Komisi C DPRD Demak Cari Referensi Pembahasan RAPBD Ke Samarinda dan Balikpapan

361
Komisi C DPRD Demak Cari Referensi Pembahasan RAPBD Ke Samarinda dan Balikpapan

Demak, 29/11 (BeritaJateng.net) – Guna menambah wawasan dan referensi terkait Pembahasan RAPBD Anggaran Tahun 2020. Komisi C DPRD Kabupaten Demak ke DPRD Kota Samarinda dan Balikpapan pada awal bulan November 2019 lalu.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Demak, Nurwahid menjelaskan bahwa kunjungan mereka mengacu pada UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU  Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, dan UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara.

“Kunjungan kerja kali ini terkait Pembahasan RAPBD Tahun Anggaran 2020. Sebelumnya kami ke DPRD Kutai Kartanegara kemudian dilanjutkan ke DPRD Kota Samarinda dan Balikpapan. Disini kami diterima oleh Ketua DPRD Kota Samarinda dan Sekretariat DPRD Kota Samarinda,” ujar Nurwahid.

Dari hasil pertemuan itu diketahui bahwa penerimaan Pemerintah Kota Samarinda tahun 2020 diproyeksi sebesar Rp. 2,499 triliun. Jumlah itu sudah gabungan dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp. 476,156 miliar, Dana Perimbangan Rp. 1,593 triliun, dan lain-lain pendapatan yang sah Rp. 430,279 miliar.

Sedangkan Penerimaan Tahun 2019 ditarget sebesar Rp. 2,815 triliun, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah Rp. 462,390 miliar, Dana Perimbangan Rp. 1,526 triliun, dan lain-lain pendapatan yang sah Rp. 827,174 miliar.

“Dalam membahas RKPD Kota Samarinda tahun 2020 dalam Penyusunan Dokumen Perencanaan Tahunan yang menjadi Dasar Penyusunan APBD tahun 2020, untuk tahapan awalnya adalah kegiatan musrenbang di tingkat Kecamatan dan disampaikan ke Legislatif Lewat Konsultasi Publik. Dalam penyusunan Dokumen tersebut diharapkan ada masukkan sebagai bahan pembahasan pada forum Perangkat Daerah,” jelas politisi Golkar ini.

“Selanjutnya penerimaan PAD dalam tiga tahun ini mengalami peningkatan tertinggi sebesar 105%. Artinya pemerintah sudah melakukan perubahan dari unsur perbaikan SDM yang mumpuni, untuk mengurusi hal-hal yang menjadi jantung pekerjaan dari Pemerintah. Mereka juga memiliki Sistem Perencanaan Anggaran berupa aplikasi SIPEDAS (Sistem Informasi Perencanaan dan Anggaran Samarinda),” tukas Nurwahid.

Kemudian agar proses Perencanaan Pembangunan Daerah berjalan efektif dan efisien dan ditangani mulai dari pengusulan pembangunan sampai direalisasikan dalam APBD dan di Evaluasi dalam PAK.

Usai kunjungan di Samarinda, komisi C melanjutkan ke DPRD Kota Balikpapan. Disini mereka menemukan bahwa RAPBD Tahun 2020 Kota Balikpapan ditargetkan sebesar Rp. 2.4 Trillun, Potensi sumber PAD dinilai masih banyak yang terbengkelai hal itu dikarenakan keterlibatan pemerintah dalam pengelolaan dan pemberlakuan Pajak masih terlalu minim, pungkas Nurwahid. (Bw/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here