Home News Update Kodim 0731/Kulon Progo Latih Babinsa Pertanian

Kodim 0731/Kulon Progo Latih Babinsa Pertanian

berlatih membajak

Kulon Progo, 12/2 (BeritaJateng.net) – Komando Distrik Militer 0731/Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan pelatihan tentang pertanian kepada 88 Bintara Pembina Desa sebagai dukungan TNI AD pada upaya mewujudkan swasembada pangan.

Komandan Kodim 0731/Kulon Progo Letkol (Czi) Cornellis Rompas di Kulon Progo, Kamis, mengatakan pelatihan pertanian itu dilakukan dalam rangka menindaklanjuti nota kesepahaman bersama (MoU) antara Kementerian Pertanian dan TNI AD dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Setelah dilakukan pelatihan ini, 88 Babinsa akan melakukan pendampingan terhadap kelompok-kelompok tani supaya bersemangat meningkatkan produktivitas pertanian,” kata Rompas.

Ia mengakui Babinsa yang akan terjun mendampingi kelompok tani, belum semua mempunyai kemampuan soal pertanian. Untuk itu, mereka diberi pelatihan seperti menamam padi, menanam jagung, kedelai, membuat pupuk organik, dan pengetahuan pola tanam yang baik.

“Kami berharap, pelatihan ini meningkatkan ketrampilan dan kemampuan babinsa, supaya saat terjun ke lapangan, mereka dapat menjadi motivator bagi petani,” katanya.

Terkait produksi padi yang menurun dan lahan pertanian menyempit di Kulon Progo, menurut Rompas, petani perlu memaksimalkan lahan yang ada untuk menghasilkan panen yang maksimal yakni penggunaan teknologi dan metode pertanian yang tepat.

Selain itu, kata dia, saat ini Pemkab Kulon Progo baru gencar-gencarnya mencetak sawah baru di Kecamatan Pengasih, Sentolo, dan Nanggulan. Pemkab Kulon Progo juga terus membangun jaringan irigasi.

“Hal ini perlu diketahui anggota babinsa supaya mereka mengetahui bagaimana memaksimalkan hasil pertanian dengan lahan terbatas,” kata dia.

Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0731/Kulon Progo Kapten Wasito mengatakan babinsa akan mendampingi kelompok tani, bekerjasama dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) di setiap kecamatan. Harapannya, Babinsa mampu mengimbangi PPL dalam rangka mewujudkan swasembada pangan.

“Nantinya, Babinsa akan menjadi motivator bagi kelompok-kelompok tani di setiap desa. Satu desa, satu Babinsa,” kata Wasito. (ant/BJ)