Home Hukum dan Kriminal Kodim 0712/Tegal Grebek Gudang Pupuk Ilegal

Kodim 0712/Tegal Grebek Gudang Pupuk Ilegal

image
Ilustrasi

Tegal, 12/2 (Beritajateng.net) – Sejumlah petugas gabungan Kodim 0712/Tegal dan Koramil 06/Kramat melakukan penggerebekan terhadap gudang pupuk oplosan yang terletak di Jalan Raya Dampyak KM 3, Kelurahan Dampayak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.

“Penggerebekan pada Kamis (12/2) pukul 00.15 WIB itu kami lakukan berdasarkan laporan dari masyarakat yang curiga gudang digunakan untuk mengolah pupuk bersubsidi produksi PT Pupuk Indonesia menjadi pupuk non-subsidi produksi PT Pupuk Kujang,” kata Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Jefson Marisano di Tegal, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa dari penggerebekan gudang milik Mohammad Imam Noval (28), warga Desa Besole, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal itu berhasil diamankan ratusan karung pupuk oplosan dengan berat total mencapai 70 ton.

Barang bukti yang saat ini masih berada di lokasi penggerebekan itu terdiri atas ratusan karung pupuk hasil olahan dikemas dalam karung pupuk PT Pupuk Kujang, ratusan karung pupuk subsidi PT Pupuk Indonesia, puluhan jeriken Hidrogen Peroxida (H2O2), ratusan karung kosong baru, dua buah mesin pengaduk, satu unit mesin jahit tangan, 1 unit truk bernomor polisi T 9343 E yang bermuatan 8 ton pupuk hasil olahan berlabel PT Pupuk Kujang yang direncanakan akan dikirim ke Majalengka, Jawa Barat.

“Selain itu, kami juga mengamankan sopir truk bernama Deni Tofan Wibowo(30), kernet truk Surono (38), warga Lebaksiu, Tegal, dan karyawan gudang Joko (36), warga Dukuhwaru, Tegal,” ujarnya.

Saat melakukan penggerebekan, petugas gabungan yang dipimpin langsung oleh Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Jefson Marisano itu juga melibatkan petugas Balai Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.

Jefson mengungkapkan bahwa berdasarkan pengakuan pemilik gudang, pengoplosan pupuk sudah berlangsung sejak Oktober 2014 dengan kapasitas produksi sedikitnya 16 ton per hari dan menggunakan teknis pengolahan pupuk dengan cara mencampur pupuk bersubsidi dengan Hidrogen Peroksida (H2O2) sehingga wujud pupuk menyerupai pupuk non-subsidi dan dikemas ke dalam karung berlabel PT Pupuk Kujang.

“Pupuk oplosan itu kemudian dijual ke pasaran seharga Rp4.000/kg, sedangkan bahan baku pupuk bersubsidi diperoleh dari pengecer di berbagai tempat,” katanya.

Pascapenggerebekan yang dilakukan anggota TNI, sejumlah anggota Kodim 0712/Tegal terlihat berjaga-jaga di gudang berukuran cukup luas dan terletak di pinggir jalan raya itu.(ant/Bj02)