Home Nasional Kisah Seputar Mahasiswa Upgris yang Diduga Penganut Aliran GAFATAR

Kisah Seputar Mahasiswa Upgris yang Diduga Penganut Aliran GAFATAR

Pundhi, Mahasiswa PGRI yang diduga menganut aliran Gafatar

Semarang, 21/1 (BeritaJateng.net) – Mendengar kabar dari beberapa media di daerah Pati Jawa Tengah yang menyebutkan bahwa seorang mahasiswi sebuah Universitas di Semarang diduga bergabung dengan Ormas Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR), dari media BeritaJateng.net mencoba menelusuri ‘track record’ mahasiswa tersebut.

Disinyalir sejak tiga bulan terakhir, mahasiswi ini tidak pernah kembali ke rumah, dengan dalih mengikuti pertukaran mahasiswa di Malaysia. Rahastri Pundhi Sari (21) atau yang kerap disapa Pundhi, warga Desa Glonggung Kec. Jakenan merupakan Mahasiswi Program Studi Matematika, anak pertama dari dua bersaudara. Putri pasangan suami istri Sukono (PNS Disdik Pati), dan Sumarni (Sekdes Glonggong) ini diduga bergabung dengan GAFATAR.

Sumarni, ibu kandung Pundhi kepada beberapa media di Pati mengatakan jika 17 Oktober 2015 lalu, putrinya pamitan untuk berangkat mengikuti program pertukaran mahasiswa ke Malaysia hingga akhir 31 Desember 2015.

Hubungan antara keduanya hanya berlangsung melalui seluler. Komunikasi terakhir, Pundhi memberitahukan akan pulang dan merayakan tahun baru di rumah dengan membakar ikan bersama keluarganya. Namun dia menghubungi keluarganya lagi jika kepulangannya diundur. Setelah itu, semua nomor kontak Pundhi tidak bisa dihubungi.

Sementara itu, Surat Keterangan yang dikeluarkan Universitas PGRI Semarang (Upgris) tertanggal 11 Januari 2016 lalu menyebutkan jika Rahastri Pundhi Sari, sudah tidak aktif kuliah pada semester V sejak bulan September 2015 lalu.

Setelah bekerja sama dengan UKM Menwa dan mahasiswa lain di Upgris. Sedikit banyak BeritaJateng.net mulai mendapat informasi siapa sebenarnya si Pundhi ini.

Berdasarkan keterangan dari temannya sejak kelas 1 SMA, De’intiyawati Semester V jurusan PGSD, ia menilai Pundhi orang yang baik, gokil, dan pintar. De’in juga satu kost dengan Pundhi di Krakatau 5 no.4 Semarang.

“Terakhir ketemu bulan Oktober tahun lalu. Terakhir ya sekitaran Oktober awal pas dia mau pindah,” ujar De’in, Kamis (21/1).

De’in menjelaskan jika di kost, Pundhi rajin sholat dan tidak pernah mengaji, tetapi tidak tahu kalau di luar.

“Kalau di kampus dia gak ikut organisasi apa-apa,” terangnya.

Berdasarkan sepengetahuannya Pundhi diajak mbak kostnya yang bernama Ovi untuk bergabung dengan GAFATAR.

“Dia ikut GAFATAR dari semester 1. Yang ikut ada 3, Pundhi, Ovi, Widya, satu kost dengan saya di lantai 4,” jelasnya.

De’in menambahkan jika Mahasiswa Upgris jurusan Fisika anak Brebes Kec. Salem yang sudah skripsi akan tetapi sampai sekarang tidak diurus dan belum wisuda juga ikut GAFATAR.

“Dia sudah menikah dengan orang GAFATAR juga, namanya mas Hesti anak Upgris jurusan Fisika yang dulu jadi Asdos dan sudah wisuda. Suaminya orang Lasem, sekarang sudah punya anak,” terangnya lagi.

Selama di kost, mereka sering menyinggung tentang GAFATAR, tetapi De’in tidak begitu memperhatikan dan mendengarkan.

“Hampir semua anak lantai 4 diajak untuk ikut gabung bersama GAFATAR,” tuturnya.

Dari pamitnya mereka untuk pindah kost, menurut De’in sangat mencurigakan.

“Ya yang mencurigakan dari omongannya Pundhi agak ngawur. Dia Ngomong sama saya pindah ke rumah saudaranya. Ngomong sama orang tuanya ke Malaysia. Ngomong sama teman-teman sekelasnya ke Papua karena diterima CPNS. Ya ngawur, nglantur kalau diterima akal gak jelas,” ungkap De’in.

Mereka semua pindah kost berangkatnya bersamaan, ngilangnya juga berbarengan. Bahkan akun media sosialnya juga sudah dihapus semua.

“Gak cuma saya saja, tetapi semua teman-temannya. Dari mulai facebook, twitter, instagram bahkan BBM juga di-delete sama mereka,” pungkasnya. (BJT01)