Home Hiburan Kirab Dewa Bumi Icon Baru Kota Solo

Kirab Dewa Bumi Icon Baru Kota Solo

Batik Carnival ikuti kirab dewa bumi-1

SOLO, 26/9 (BeritaJateng.net) – Tradisi merayakan pertengahan musim gugur atau hari raya Tiong Ciu yang di simbolkan dengan memberikan sedekah kepada dewa bumi ( (Fu De Zheng Shen)) akan di selenggarakan di Klenteng Tien Kok Sie Minggu (27/9/2015) besok akan diikuti oleh beberapa klenteng dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. 

Ditemui di Klenteng Tien Kok Sie Pasar Gede Solo, Ketua Panitia Kirab Dewa Bumi, Cakra Wibawa menjelaskan sehari sebelumnya tepatnya hari Sabtu (26/9/2015) prosesi akan diawali dengan menggelar upacara dan sembayang yang diikuti oleh ratusan umat Konghucu. Juga perwakilan beberapa Klenteng. 

“Sebelumnya hanya klenteng yang di Solo yang ikur berpartisipasi, namun untuk tahun ini mulai bertambah, seperti beberapa Klenteng dari Semarang dan  Rembang juga ikut hadir,” jelasnya kepada beritajateng.net.  

Sementara itu Humas Klenteng Tien Kok Sie, Lian Hong Siang menceritakan awal mula perayaan sudah dimulai sejak jaman Tiongkok kuno yang sangat menghormati alam dan karena merekaa hidup dari alam dengan cara bercocok tanam.

“Sebagai bentuk rasa syukur karena alam menyediakan apa yang kita butuhkan maka di adakanlah acara ritual sedekah bumi ini,” terangnya. 

Lian Hong Siang juga berpesan agar selalu baik kepada bumi. Jika kita selalu baik pada bumi maka, bumi akan memberi lebih kepada manusia. Jika kita semena-mena bumi juga akan marah pada manusia dengan memberi banjir, longsor, gunung meletus. 

Kirab syukur pada dewa bumi  seluruh peserta termasuk perwakilan dari beberapa Klenteng akan mengikuti kirap dengan membawa patung dewa bumi (rupang) dan diiringi dengan sesaji beragam hasil bumi, juga atraksi Barongshai  yang akan diarak memutari sekitar  pasar Gede Solo.

Diharapkan acara yang sudah berlangsung tiga kali ini bisa menjadi salah satu ikon kota Solo dan menjadi event tahunan wisata Solo seperti halnya Grebeg Sudiroprajan. Dimeriahkan juga dengan atraksi beberapa barongshai, dan juga dari Batik Carnival. (BJ24)