Home News Update Kiki, Mahasiswi Undip Berprofesi Supir Ojek 

Kiki, Mahasiswi Undip Berprofesi Supir Ojek 

Semarang, 4/1 (BeritaJateng.net) – Mahasiswi D3 Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Julian Fikri Lestari atau yang akrab di sapa Kiki ini punya cara unik untuk mengisi waktu luang di sela-sela waktu perkuliahan.

Wanita kelahiran Banjarnegara, 18 Juli 1996 ini tak hanya menggeluti seabrek tugas-tugas dan padatnya jam kuliah menjadi rutinitas yang melelahkan bagi seorang mahasiswa, namun putri ke 2 dari 3 bersaudara pasangan Tukirman dan Tri Kurminarsih malah mengisi waktu luangnya dengan berkerja keras sebagai supir ojek wanita.

Ojek yang dijalani Kiki bukanlah ojek yang berbasis online seperti yang terkenal saat ini, namun ojek yang dijalani Kiki ialah ojek secara pribadi, bahkan Kiki menamakan ojeknya dengan nama Jukri-Jack.

“Biasanya penumpang secara langsung menghubungi saya, karena mayoritas penumpang saya mahasiswa yang ingin pulang ke kampung halaman maka tujuan yang biasa dipesan pengguna jasa saya yaitu Terminal, Stasiun, dan Bandara. Meskipun begitu, bukan berarti saya hanya melayani rute itu saja, rute lain juga bisa,” ujar Kiki.

Mahasiswi ini sudah menjalani sebagai supir ojek wanita sejak setahun belakangan. Menurutnya peluang usaha sebagai penyedia jasa transportasi yang murah meriah dan ramah lingkungan tapi menghasilkan penghasilan yang cukup lumayan dan dapat menambah uang jajan serta dapat membantu mengurangi beban orang tua, menjadikan Kiki  memilih sebagai tukang ojek wanita.

Pekerjaan sebagai supir ojek wanita memang cukup menjanjikan, namun dara cantik ini tetap mengutamakan pendidikannya. “Kuliah itu sudah pasti prioritas saya, sebenernya saya membuat Jukri-Jack ini lebih pada pemanfaatan pemberian orang tua. Karena saya kuliah diberikan kendaraan, bagi saya sayang sekali jika kendaraan ini hanya sebagai mobilitas saya tanpa mengahsilkan apapun. Pemikiran ini menginspirasi saya menjadi seorang supir ojek wanita,” papar Kiki.

Menjadi supir ojek wanita tidak selamanya menyenangkan, terkadang duka juga dirasakan Kiki. Duka yang sering di terima Kiki adalah ketika pembatalan pemesaan secara mendadak oleh sang penumpang ini membuat wanita berumur 19 tahun merasa sedih. (Bj)