Home Lintas Jateng Khataman Akbar dan Doa Untuk Negeri Tepis Budaya Hura-Hura Tahun Baru

Khataman Akbar dan Doa Untuk Negeri Tepis Budaya Hura-Hura Tahun Baru

Semarang, 1/1 (BeritaJateng.net) –¬†Perayaan Tahun Baru identik dengan hura-hura. Atas dasar inilah, Lazizba, Wisata Hati dan One Daya One Juz (ODOJ) menggelar acara bertema ‘Khataman Akbar dan Doa Untuk Negeri’ di Masjid Raya Baiturrahman Semarang, Jumat (1/1).

Tujuannya untuk menyeimbangkan kesenangan dunia dan akhirat. Dengan adanya acara ini bisa mengurangi hura-hura karena digunakan untuk merefleksi diri dan mengaji.

Ada sekitar 700 jamaah yang hadir, terdiri dari Jamaah wisata hati, One Daya One Juz (ODOJ), donatur Lazizba dan secara umum.

Dari pihak Wisata Hati, Ustadz Syaifuddin Zuhri menjelaskan kegiatan ini merupakan kali kedua, karena dua tahun yang lalu diadakan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), pesertanya pun khusus bagi yang hafalan Qur’an. Sedangkan untuk tahun ini dari jamaah secara umum.

“Dua tahun lalu acaranya 1000 penghafal Al Qur’an. Sedangkan saat ini diperuntukkan bagi jamaah yang belajar mengaji. Jamaah dibiasakan mengaji satu juz per hari,” ujar Ustadz Syaifuddin Zuhri saat diwawancarai di Masjid Baiturrahman, Jumat (1/1) sore.

Ustadz Syaifuddin menambahkan tujuan khataman akbar ini untuk mensyiarkan kepada masyarakat dalam mencintai, membaca dan mengamalkan Al Qur’an.

“Al Qur’an memberi manfaat yang banyak, terutama untuk mendoakan negeri Indonesia. Mendoakan agar dianugerahkan keberkahan dan kebaikan dengan ridha-ridhaNya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Wisata Hati Ustadz Budi Hartono menjelaskan jika acara khataman akbar dan doa negeri tidak dilakukan pada malam hari karena yang bisa dilakukan saat ini baru sampai tahap ini.

“Untuk mencapai hasil akhir yang baik, awalnya harus benar. Kalau di Aceh pemerintah kota pada saat tahun baru mengadakan acara religi, lain halnya dengan kota ini,” ujarnya.

Selain itu karena letak Masjid di tengah kota, pada saat malam tahun baru pasti padat, lanjutnya.

Ustadz Slamet, selaku Manager Operasional Lazizba mengungkapkan jika acara ini bisa mempererat tali silaturrahim, karena membuat kegiatan lebih bermakna di tahun baru.

“Dengan menghadirkan Tilawah dari Ustadz Miftakhul Khair Al Khafidz (Juara MTQ Internasional). Pembacaan Surat Ad Dhuha sampai An Naas yang dipimpin Ustadz Masruri Al Khafidz. Shalat Ashar berjamaah, yang dipimpin oleh Imam K.H.M. Ulinnuha Arvani. Dilanjutkan Tausiyah pertama dari Habib Ja’far Shadiq sekaligus memimpin Doa Untuk Negeri serta Tausiyah kedua oleh K.H.M Ulinnuha Arwani menjadikan tahun baru lebih bermakna,” terang Ustadz Slamet.

Ustadz Slamet menambahkan kegiatan ini sangat bermanfaat, sistem Khatamannya per jamaah mendapat bagian satu juz dibaca di rumah masing-masing. Satu kelompok ada 30 orang. Di Masjid, jamaah membaca bersama dari surat Ad-Dhuha sampai An Naas. (BJT01)