Home News Update Ketua PKPA UMK Jadi Narasumber Indotrace 2015

Ketua PKPA UMK Jadi Narasumber Indotrace 2015

KUDUS, 8/12 (BeritaJateng.net) – Ketua Pusat Karir dan Pelacakan Alumni (PKPA) Universitas Muria Kudus (UMK), Muhammad Arifin, menjadi salah satu narasumber dalam workshop and training pada Indonesia National  Tracer Study Network (Indotrace) di Sanur Paradise Plaza Hotel, Bali, 27-28 November 2015 lalu.

Dia didaulat menjadi salah satu narasumber bersama Ambar Kusuma Astuti (Universitas Kristen Duta Wacana/ UKDW, Yogyakarta), Boby Muslimin (Universitas Muhammadiyah Palembang), Elviza Diana (Universitas Prof. Dr. Hazairin SH, Bengkulu), dan Remuz MB. Kemurawak (Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua).

Pada kesempatan itu ia berbagi pengalamn dalam pleno di depan sekitar 200 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di tanah air. ‘’Kami diminta menyampaikan tentang strategi dan hasil pelacakan alumni di UMK,’’ ujarnya.

Arifin menjelaskan, ada beberapa tahap yang harus dilakukan untuk melakukan pelacakan alumni di sebuah universitas. ‘’Dimulai dengan tahap persiapan, yang meliputi pengumpulan data dari buku wisuda, validasi data, pengembangan kuesioner, persiapan undangan baik melalui email maupun sms, serta pelatihan survei bagi surveyor,’’ terangnya.

Dalam kegiatan yang dibuka Dr. Didin Wahidin (Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia), ditambahkannya, selanjutnya yaitu tahap publikasi melalui website, media sosial, spanduk, sms broadcast, survei, pengisian kuesioner, monitoring dan pengingat selama paling tidak tiga kali.

‘’Selanjutnya proses analisa. Yaitu dengan melakukan pembersihan (penghapusan) data-data yang tidak valid, analisa data, analisa hasil dan pelaporan, desiminasi hasil sementara (pendampingan dari Dikti), serta laporan akhir,’’ paparnya.

Pada tahap akhir, urainya, yaitu melakukan evaluasi. Evaluasi ini meliputi analisa laporan kepada rektor, dekan, dan kapala Program Studi (Prodi), hingga membuat temu pimpinan terkait hasil tracer studi.

‘’Indotrace sendiri merupakan rangkaian dari International Conference (Exlima) 2015 yang digelar di tempat yang sama pada 25-26 November. Hadir pada kesempatan itu, antara lain peneliti tracer dari Prancis, Jepang, Itali, Norwegia, Oman, Malawi, Cina, termasuk sang Presiden peneliti tracer studi dunia, Harald Schomburg (University Kassel, Jerman),’’ tandasnya. (BJ)