Home Nasional Ketua Fraksi PAN DPR RI Mundur dari Jabatannya

Ketua Fraksi PAN DPR RI Mundur dari Jabatannya

369
0
Ketua Fraksi PAN DPR RI Tjatur Sapto Edy yang mundur dari jabatannya.
Ketua Fraksi PAN DPR RI Tjatur Sapto Edy yang mundur dari jabatannya.
Ketua Fraksi PAN DPR RI Tjatur Sapto Edy yang mundur dari jabatannya.

Jakarta, 12/3 (BeritaJateng.net) – Lima organisasi sayap PAN menyayangkan langkah Ketua Fraksi PAN DPR RI Tjatur Sapto Edy mundur dari jabatannya dengan alasan lelah memimpin PAN di parlemen lima tahun terakhir.

“Kami lima organisasi sayap PAN yang tergabung dalam Kader Muda Progresif PAN menyayangkan keputusan itu. Mas Tjatur itu bagi kami adalah panglima,” ujar Ketua Bappilu Gerakan Muda Nasional (GMN) PAN Mansyur Husein, mewakili lima organisasi sayap PAN, saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (11/3) malam.

Menurut Husein, Tjatur Sapto Edy lebih dari sekadar politisi, melainkan aset bagi PAN, begitu pula dengan sosok tokoh PAN lain seperti Drajad Wibowo yang belakangan memutuskan vakum dari hingar bingar politik pasca-Kongres PAN di Bali beberapa waktu lalu.

“Mas Tjatur, mas Drajad, itu aset partai. Keputusan mundur itu pilihan mereka pribadi, tetapi kami ingin mengatakan bahwa kehadiran mereka sangat dibutuhkan oleh partai,” jelas Husein.

Pada kesempatan itu Kader Muda Progresif PAN yang terdiri dari Garda Muda Nasional (GMN) PAN, Penegak Amanat Rakyat Reformasi Indonesia, Pandu Indonesia, Perempuan PAN (PUAN), Matahari Nusantara ditambah dengan sejumlah anggota Barisan Muda PAN juga mendesak pembentukan tim investigasi untuk mengusut dugaan adanya suara siluman dalam pemilihan Ketua Umum PAN 2015-2020.

Menurut juru bicara Kader Muda Progresif Adnan Rarasina, dalam Kongres PAN di Bali beberapa waktu lalu, diketahui sejumlah kader pemilik hak suara yang hadir berdasarkan absensi telah disepakati sebanyak 566 orang dan sudah diketuk palu.

Namun, faktanya dalam pemungutan suara pemilihan calon Ketua Umum PAN, dua kandidat masing-masing yakni Hatta Rajasa memperoleh 286 suara, Zulkifli Hasan memperoleh 292 suara, dengan jumlah suara rusak sebanyak empat buah.

“Dari perolehan suara itu jika ditotal menjadi 578 lebih suara. Sehingga diduga ada suara siluman di sana,” kata Adnan.

Kader Muda Progresif meminta Hatta Rajasa bersama Zulkifli Hasan duduk bersama dan membentuk tim investigasi guna mengusut dugaan suara siluman tersebut.

“Kami hanya ingin hal ini dijelaskan agar ‘clear’,” kata Adnan.

Kongres IV PAN berlangsung di Bali pada tanggal 28 Februari-3 Maret 2015. Pada kesempatan itu Zulkifli Hasan ditetapkan sebagai Ketua Umum PAN terpilih periode 2015-2020 mengalahkan calon petahana Hatta Rajasa.

Selepas Kongres PAN itu loyalis Hatta Rajasa yakni Tjatur Sapto Edy menyatakan mundur dari jabatan Ketua Fraksi PAN DPR RI dengan alasan lelah telah mengemban jabatan itu selama lima tahun terakhir. (ant/BJ)