Home DPRD Kota Semarang Ketua DPRD Semarang Apresiasi Pemkot Kembangkan Wisata Hutan Tinjomoyo

Ketua DPRD Semarang Apresiasi Pemkot Kembangkan Wisata Hutan Tinjomoyo

474
0
Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi menikmati kulimer khas Semarang nasi Ambeng di Pasar Semarangan Tinjomoyo.
         Semarang, 18/3 (BeritaJateng.net) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mengapresiasi kegiatan pasar Semarangan Tinjomoyo yang merupakan salah satu upaya membangkitkan pariwisata di hutan kota yang tidak produktif menjadi pasar berkonsep digital market pertama di Indonesia.
         Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi saat mengunjungi Pasar Semarangan Tinjomoyo, Sabtu.
         Tak sekedar mengunjungi, Ketua Dewan yang akrab disapa Mas Pri ini juga mencicipi kuliner khas Semarang Nasi Ambeng yakni nasi berbalut daun pisang dengan aneka lauk seperti ayam rica, tempe goreng, opor, sambel tomat dan lalapan.
         “Dulunya kan Tinjomoyo itu meriah, ramai karena semula kebun binatang. Kemudian karena kebun binatang dipindah Mangkang, akhirnya hutan kota ini mati suri dan menjadi hutan yang tidak produktif. Tentunya, setelah diubah sedemikian rupa, menjadi daya tarik wisatawan datang ke Semarang dan mengunjungi hutan kota Tinjomoyo ini,” kata Supriyadi.
         Ia mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Semarang, Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Jateng dan BNI yang telah membuat konsep dan memeriahkan hutan kota Tinjomoyo dengan Pasar Semarangan.
         “Luar biasa antusias masyarakat untuk mengunjungi, ini bisa dikatakan berhasil untuk promosinya, publikasinya terhadap salah satu destinasi wisata di kota Semarang, Kami mengapresiasi, mendukung sepenuhnya,” ujar politikus PDI Perjuangan ini.
         Upaya pemkot Semarang, lanjut Supriyadi, dalam pembuatan Pasar Semarangan dengan bantuan berbagai stakeholder tanpa mengeluarkan dana APBD patut diapresiasi. “Pemkot berhasil membuat kegiatan dengan bantuan CSR yang peduli terhadap kota Semarang. Ini bagus, karena dapat mandiri dengan menggandeng berbagai stakeholder,” katanya.
         Supriyadi meyakini, dengan suksesnya Pasar Semarangan Tinjomoyo, akan banyak pula investor yang melirik hutan Tinjomoyo ini.
        “Kemarin-kemarin kan dianggap sebagai hutan yang tidak produktif, tentunya kalau sudah didesain sedemikian rupa, investor tentunya akan berminat masuk kesini atau membangun sesuatu destinasi. Entah nantinya dikembangkan melalui kerjasama investor atau kita biayai dengan APBD, asal perencanaan yang matang, dan menjadi destinasi kebanggaan kota Semarang,” imbuh Mas Pri. (El)