Home Headline Ketua DPRD Jateng Resmikan Berlian TV

Ketua DPRD Jateng Resmikan Berlian TV

237

SEMARANG, 3/9 (Beritajateng.net) – Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Bambang Kusriyanto, hari ini Kamis (3/9) meluncurkan Berlian TV, sebuah aplikasi berbasis Digital Suara Wakil Rakyat Jawa Tengah. Peresmian ini menandai Satu Tahun DPRD Jateng periode 2019 – 2024.

Dalam sambutan peresmian, Bambang Kusriyanto mengapresiasi terobosan yang dibuat Sekretariat DPRD Jateng dengan meluncurkan Berlian TV. Dengan kanal tersebut secara kemanfaatan bagi dia merupakan salah satu upaya untuk mengaktualisasikan diri dalam mengemban amanah. Bahkan masyarakat bisa mengkritisi kinerja dewan.

“Saya apresiasi peresmian Berlian TV ini, semoga bisa menunjang komunikasi menjadi lebih baik antara DPRD Jateng dengan masyarakat Jawa Tengah,” ungkapnya di Gedung Berlian, Jalan Pahlawan Semarang.

Politisi yang akrab disapa Bambang Krebo ini mengatakan, komunikasi yang baik terutama antar pimpinan dan Anggota DPRD Jateng yang terbina selama satu tahun terakhir bisa menghasilkan soliditas lembaga DPRD Jateng.

Pada kesempatan tersebut Krebo berpesan agar pengelola Berlian TV dapat menyajikan konten konten yang baik dan memberikan citra positif kepada masyarakat.

“Nama Berlian memiliki nilai yang sangat berat, saya harapkan isinya bagus sesuai dengan namanya,” katanya.

Selain itu, dengan adanya Berlian TV, masyarakat bisa mengetahui kiprah anggota dewan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Dengan demikian baik dan buruknya kiprah anggota dewan masyarakat mudah mengetahuinya.

“Silakan masyarakat menilai baik atau buruk kinerja Anggota DPRD Jateng dalam menjalankan tupoksinya,” pintanya.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Jateng Urip Sihabudin dalam sambutannya secara panjang lebar menjelaskan, pihaknya tengah menyusun sebuah rencana besar (grand design) dari konsep parlemen modern. Salah satu perwujudan dari konsep tersebut adalah Berlian Televisi. Produk tersebut bukanlah televisi berbasis frekuensi maupun kabel melainkan digital melalui media sosial. Ada empat syarat untuk mewujudkan sebuah parlemen modern, yakni adanya penyiaran digital; mengembangkan aplikasi berbasis web; terintegrasi; serta adanya literasi digital.

“Pada 2019 sampai 2020, kami sudah mengembangkan aplikasi e-wadul, e-legislasi. Selanjutnya pada 2021, kami kembangkan lagi e-aspirasi agar bisa digunakan oleh anggota Dewan saat kunjungan dapil maupun reses. Rencana besar dari aplikasi-aplikasi itu harus terintegrasi melalui Sistem Pelayanan Dewan atau Sipelwan. Dengan aplikasi-aplikasi itu semua memudahkan dewan berinteraksi serta melayani kepada masyarakat,” jelasnya.

(ADV)