Home DPRD Kota Semarang Ketua Dewan Semarang Bagikan 1.000 Paket Sembako Gratis

Ketua Dewan Semarang Bagikan 1.000 Paket Sembako Gratis

43
0
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Bagikan 1.000 Paket Sembako Gratis Kepada Anak Yatim, Masyarakat Sekitar dan Kaum Dhuafa
     Semarang, 18/6 (BeritaJateng.net) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Supriyadi membagikan setidaknya 1.000 paket sembako kepada warga yang membutuhkan pada Ramadhan tahun ini.
     “Ini merupakan tahapan yang kesekian kalinya. Hari ini, ada 300 lebih anak yatim piatu dan duafa,” kata Supriyadi, di sela buka bersama dan silaturahmi dengan anak yatim piatu di Semarang, Minggu.
     Pembagian 1.000 paket sembako untuk Ramadhan ini direncanakan berlangsung 10 putaran, dan kali ini merupakan putaran kesembilan kalinya yang digelar di kediamannya di Jalan Erowati, Semarang.
     Setidaknya ada 300 lebih anak yatim piatu dan duafa dari kawasan Semarang Utara, Semarang Timur, dan Semarang Tengah yang diundang dalam buka bersama, sekaligus pembagian sembako Ramadhan tersebut.
     Pembagian sembako itu menjadi agenda rutin yang dilakukan politikus PDI Perjuangan itu setiap Ramadhan untuk membantu meringankan beban masyarakat sekitar yang membutuhkan, terutama menjelang Lebaran.
     Menurut dia, tentunya langkah untuk membantu sesama, terutama warga yang tidak mampu tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi membutuhkan peran serta seluruh pihak untuk berpartisipasi.
     “Sasarannya memang untuk anak yatim piatu non-panti. Artinya, mereka yang selama ini tidak ditampung di panti. Kami bekerja sama dengan Gerakan Semarang Peduli (GSP) untuk mendata dan verifikasi,” katanya.
     Diharapkan, kata dia, langkah tersebut bisa diikuti oleh seluruh elemen lainnya, termasuk kalangan DPRD Kota Semarang lainnya untuk membantu sesama, terutama anak-anak yatim piatu yang tidak berada di panti asuhan.
     Supriyadi yang juga Pembina GSP mengungkapkan selama ini lembaga tersebut telah melakukan berbagai program, seperti bedah rumah dan fasilitasi beasiswa untuk siswa miskin dan anak-anak yatim piatu.
     “Peran GSP sangat luar biasa. Ini terobosan bagus karena tidak bisa hanya mengharapkan peran pemerintah, tetapi juga harus melibatkan pihak lain, seperti CSR (corporate social responsibility),” katanya.
     Khusus untuk kegiatan CSR, Supriyadi mengharapkan ke depannya semakin gencar dilakukan untuk membantu masyarakat, terutama dalam memfasilitasi pendidikan dan kesehatan warga yang kurang mampu. (El)