Home Lintas Jateng Ketika Mahasiswa Unisfat Curhat ke Bupati Demak

Ketika Mahasiswa Unisfat Curhat ke Bupati Demak

582
0
Mahasiswa Unisfat Curhat ke Bupati Demak

Demak, 8/5 (BeritaJateng.net)  – Ada yang berbeda di Kampus Universitas Sultan Fatah (Unisfat) Demak , jika biasanya dosen yang memberikan mata kuliah, kali ini Bupati M Natsir jadi ‘ dosen ‘ dadakan.

Orang nomor satu di Kota Wali itu, berdialog dengan segenap civitas akademika kampus yang terletak di Jalur Pantura Demak tersebut.

Tidak semua orang bisa bertemu dengan bupati, termasuk mahasiswa.

Kesempatan bertemu bupati, tak di sia-siakan oleh mahasiswa, mereka langsung ‘curhat’ kepada bupati.

Ali Wendi, mahasiswa semester VII Prodi Administrasi Negara, menyampaikan ‘uneg-uneg’ hatinya seputar fasilitas perkuliahan di kampusnya.

Keterbatasan ruang kuliah, tak jarang memaksa mahasiswa antar prodi harus bergiliran bahkan berebut tempat.Termasuk mengikuti kuliah pada hari Minggu.

“Ruang kuliah di Unisfat ini sangat terbatas, Bapak. Kami bahkan harus masuk dan mengikuti kuliah pada pukul 06.00 karena tak kebagian ruang kuliah. Sementara pada jam normal antara pukul 08.00 hingga 12.00 sudah dipakai mahasiswa prodi lain. Namun begitu kami tetap semangat menuntut ilmu, Bapak. Demi masa depan lebih baik,” ungkap Ali Wendi, pemuda kelahiran Maluku, dengan logat Ambonya, Selasa (8/5/2018).

Ali berharap Bupati Natsir atau Pemerintah Kabupaten Demak, juga memberikan perhatian kepada perguruan tinggi swasta. Utamanya terkait dukungan sarpras dan fasilitas perkuliahan.

Terlebih sarjana yang dihasilkan nantinya juga berperan sebagai motor pembangunan daerah. Memajukan Kabupaten Demak, membantu pemerintah mengurangi pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mendengarkan keluh-kesah mahasiswa Unisfat, Bupati Demak M Natsir langsung memberikan motivasi, bahwa kuliah bisa dilaksanakan dimana saja, yang terpenting semangat untuk mencari ilmu.

“Allah SWT bahkan janji, memberikan kedudukan istimewa dan tempat yang lebih baik bagi hambaNya yang berilmu,” kata Bupati Natsir.

Dihadapan mahasiswa dan dosen, Bupati Natsir bercerita juga sempat mengalami masa sulit ketika muda. Seperti telat membayar sekolah, dan ‘ngenger'(nyantri) di pondok pesantren agar bisa melanjutkan sekolah.

“Semangat saya ketika itu bahkan bukan lulus sekolah, tapi bagaimana bisa memahami ilmu yang disampaikan beliau, guru guru saya,” imbuhnya.

Rektor Unisfat Demak, Suemy, menambahkan, pihaknya senantiasa berupaya menfasilitasi mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi sepanjang itu positif.

Termasuk menghadirkan Bupati M Natsir di kampus, yang notabene Bapaknya ‘wong ‘Demak, termasuk bapaknya mahasiswa Unisfat. (El)