Home Headline Kethoprak Tetap Bertahan di Tengah Masa Sulit

Kethoprak Tetap Bertahan di Tengah Masa Sulit

image
Salah satu seniman kethoprak

Blora, 4/4 (Britajateng.net) – Meski pasang surut dialami oleh seniman kethoprak, namun semangat mereka untuk menyuguhkan kolaborasi lakon dan hiburan membuatnya bertahan diantara kembang maraknya dunia seni saat ini.

Seni kethoprak berkembang seiring kebutuhan kesenian tradisi saat ini. Tentu saja diselaraskan dengan tata panggung, tata lampu, tata rias dan informasi seni kemasan terkini.  Tak terkecuali dengan kostum atau gerakan tari yang sudah di stilir.

“Kami ingin bertahan, hidup dari seni kethoprak, kemudian menularkannya kepada generasi muda agar tetap diminati, kami ajak anak-anak muda dan pelajar untuk pentas, agar lebih digandrungi,” ujar Ceplis, ketua seni kethoprak asal desa Turirejo Kecamatan Jepon, Sabtu (4/4)

Dari tobong rombongan kethoprak yang dipimpinnya, terlihat sejumlah gadis muda yang diajak manggung untuk menampilkan seni vokal dan tarian di antara sajian lakon yang dibawakannya.

Salah satunya adalah Sanghiti, siswi kelas IX SMPN 3 Jepon Blora. Ketika ditemui dalam tobong, mengaku sudah dua tahun mengikuti rombongan seni kethoprak. Berbekal suara dan gerak tarian serta kostum dandanan menarik, dirinya ingin membuktikan pada dunia, bahwa masih ada generasi muda yang ingin menyelamatkan seni kethoprak.

“Sudah dua tahun ikut rombongan kethoprak, siapapun yang mengajak pentas, saya mau, untuk menambah pengalaman dan menekuni hobby,” kata gadis asal desa Jurangjero Kecamatan Bogorejo saat ikut pentas di desa Klokah Kecamatan Kunduran.  

Sanghiti tidak sendirian, bersama sejumlah teman-teman seusianya sering melek hingga pagi hari di rumah orang yang punya hajat bersama para senior  lainnya. Meski demikian, jika sedang tes atau ujian, dia memilih mementingkan pelajaran di sekolah.

Festival kethoprak pelajar, perlu diselengarakan untuk melestarikan dan menarik minat generasi terkini pada kesenian tersebut. (BJ31)

Advertisements