Home Hukum dan Kriminal Keterangan Saksi Beratkan Terdakwa Penipuan

Keterangan Saksi Beratkan Terdakwa Penipuan

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Solo, 27/1 (beritajateng.net) – Jaksa penuntut umum menghadirkan saksi yang memberatkan terdakwa pasangan suami istri, Mardiyanto (50) dan Sri Mulyani (48), pada sidang perkara penipuan dan penggelapan uang senilai Rp5,1 miliar di Pengadilan Negeri Surakarta, Selasa.

Saksi Andreyanto Kristiyono, warga Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah, yang juga mantan karyawan perusahaan furnitur milik terdakwa, mengatakan bahwa dirinya mengetahui bahwa bekas majikannya tersebut pernah mempunyai utang piutang dengan korban Siti Maryani.

“Namun, saya tidak mengetahui secara pasti berapa utang Ibu Sri Mulyani kepada Ibu Siti Maryani,” kata Andreyanto saat menjawab pertanyaan majelis hakim.

Selain itu, saksi juga mengaku pernah diajak Sri Mulyani dengan Maryanto ke kantor milik korban Siti Maryani di Laweyan Solo untuk mengambil uang kas. Akan tetapi, dia tidak tahu secara pasti berapa jumlahnya.

“Saya tahu pinjaman uang Ibu Sri Mulyani kepada Ibu Siti terjadi sekitar 2011. Namun, saya tidak tahu jumlahnya,” kata saksi.

Saksi menjelaskan bahwa dirinya mengetahui pinjaman terdakwa kepada korban hanya sekali. Setelah itu, saksi tidak tidak tahu masalah selanjutnya.

Ketika menjawab pertanyaan R. Bagus Anang Widjaya, penasihat hukum terdakwa, saksi mengaku pernah mengirimkan uang melalui BNI dan mengantar uang kepada korban. Akan tetapi, yang bersangkutan tidak tahu pasti jumlahnya.

Sidang kasus penipuan dan penggelapan tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Teguh Haryanto dengan dibantu anggota Subur S. Satyo dan Puji Hendro Suroso.

Pada sidang kali ini, JPU sebenarnya akan menghadirkan tiga saksi, dua orang di antaranya, Suharno (sopir dari korban) dan Siti Mardiyatmi (adik korban). Namun, keduanya berhalangan hadir.

Oleh karena itu, Ketua Majelis Hakim Teguh Haryanto menunda kembali sidang hingga Selasa (3/2), kemudian meminta JPU untuk menghadirkan saksi lainnya.

Pada sidang kasus penipuan dan penggelapan dengan terdakwa pasutri tersebut sudah tujuh saksi yang dihadirkan oleh JPU. Kini, tinggal dua lagi yang akan memberikan keterangan pada sidang selanjutnya. Setelah itu, dilanjutkan lima orang saksi yang meringankan terdakwa.

Terdakwa pasutri Mardiyanto dan Sri Mulyani diduga melakukan penggelapan dan penipuan Rp5,1 miliar, sebagaimana surat dakwaan JPU. Pasangan suami-istri itu didakwa dengan pasal berlapis, yakni pertama, Pasal 378 juncto Pasal 55 jo Pasal 64 KUHP; kedua Pasal 372 jo Pasal 55 jo Pasal 64 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.(ant/Bj02)