Home Nasional Kesulitan Taklukkan Lintasan Usai Hujan, Doni Tata Juarai TGA 2018  

Kesulitan Taklukkan Lintasan Usai Hujan, Doni Tata Juarai TGA 2018  

318
0
Para rider akan unjuk kebolehan di Trial Game Asphalt 2018.
      Semarang, 8/4 (BeritaJateng.net) – Tekad mantan pembalap Moto2, Doni Tata Pradita, menguasai seri pembuka ajang Supermoto Trial Game Asphalt (TGA) 2018 akhirnya berbuah manis. Rider asal Yogyakarta itu tampil garang dengan meraih juara di Sirkuit Mijen, Kota Semarang, Sabtu malam, 7 April 2018.
      Mengawali balapan posisi pertama di kelas unggulan Free For All (FFA) 250 cc, juara umum TGA tahun lalu itu tampil apik dengan torehan waktu 8 menit 58,449 detik. Torehan waktu itu mengungguli rider asal Malang, Farudilla Adam di posisi kedua. Posisi ketiga diraih juara ketiga TGA musim lalu, Ivan Harry. Lalu  Tommy Salim serta Momo Harmono masing-masing di tempat ke-4 dan ke-5.
      Usai balapan, Doni mengaku puas dengan hasil yang dicapai. Ia mengaku hasil itu sesuai dengan ekspektasinya mengawali debut di musim perdana. “Ini sesuai target saya, menjadi juara di sirkuit baru di Kota Semarang, ” kata Doni.
      Doni memang sempat kesulitan menaklukkan lintasan sirkuit Mijen. Itu lantaran hujan yang sempat mengguyur deras hingga membuat lintasan basah dan cukup licin. Pada putaran pertama, ia sempat berada di posisi kedua.
       “Jadi tadi di race pertama itu sengaja tidak terlalu memaksakan. Sehingga di race kedua kondisi trek sudah kering dan akhirnya bisa maksimal, ” katanya.
       Dengan kemenangan ini, Doni Tata pun untuk sementara berada di urutan pertama dalam klasemen pembalap TGA 2018 kelas FFA 250 cc. Juara TGA musim lalu itu menempati posisi pertama dengan raihan 47 poin, sama dengan nilai yang dikumpulkan Farudilla Adam di urutan kedua.
       Pebalap asal tim HTJRT DT5 CORE Hotel Ras Tour & Travel sendiri mengaku menyukai karakteristik sirkuit permanen sepanjang 1,4 kilometer yang baru saja ia taklukkan ini.
       “Cukup safety, layak. Hanya soal drainase supaya tidak menggenang kalau hujan. Overall, treknya bagus, cenderung fast corner semua jadi di sini perlu settingan motor kenceng,” jelas dia.
       Ke depan ia berharap bisa tampil lebih prima sehingga musim ini bisa sapu bersih semua kelas. “Tahun ini persaingan lebih berat sehingga bisa mempertahankan juara umum di FFA 250 dan FFA 450,” katanya.
      Meski tampil juara di kelas FFA 250 cc itu, Doni Tata gagal tampil bersinar di nomor FFA 450 cc. Di kelas FFA 450 cc, Doni Tata harus puas berada di urutan ketiga, setelah kalah bersaing dengan Farudilla Adam yang meraih podium juara dan Ivan Harry di posisi runner up.
       Ajang balap supermoto TGA ini digelar dalam lima seri sepanjang 2018. Setelah di Sirkuit Mijen, Semarang, TGA 2018 bakal digelar di Yogyakarta, 11-12 Mei, Tulungagung, 6-7 Juli, Solo, 14-15 September, dan terakhir di Malang, 19-20 Oktober 2018. (El)