Home Headline Keren!! Warga di Blora Sulap Sampah Jadi Souvenir Unik dan Menarik

Keren!! Warga di Blora Sulap Sampah Jadi Souvenir Unik dan Menarik

280

BLORA, 22/1 (BeritaJateng.net) – Ditengah Pandemi Covid 19, warga di desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berinovasi memanfaatkan sampah yang semula tidak berguna untuk disulap menjadi berbagai barang sovenir unik dan menarik, bernilai ekonomis.

Bermula dari melihat banyaknya sampah di desanya, bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang menampung sampah di Bank sampah, pemuda bernama Mohammad Ilham, memanfaatkan bahan limbah sampah tersebut menjadi barang yang mempunyai nilai ekomis.

Ilham yang juga pengurus Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna desa Nglobo, menyulap sampah tersebut, menjadi berbagai bentuk sofenir.

Bekas aqua gelas dan minuman sof drink ditempel di beri kertas, dan lapisi gipsum. Di finishing halus kemudian di beri warna dasar sesuai kreasinya.

Kemudian dihias dengan gambar gambar bunga dan kartun sehingga bisa menarik, sehingga menjadi vas bunga yang unik.

“Saya berkerjasama dengan BUMDes yang mengumpulkan sampah melalui Bank sampah, kemudian saya memiliki ide memanfaatkannya sebagai bahan, membuat sofenir,” ungkap Ilham (Kamis, 21/1).

Sebetulnya Ilham, sudah hampir dua tahunan menggeluti kerajinan limbah ini, dan sempat berhenti ketika awal Covid tahun kemarin.

Kini Ilham dengan dibantu dua rekanya memulainya lagi dan lumayan pesananya mulai meningkat.

“Pas awal Covid tahun kemarin sempat terhenti beberapa bulan terkendala tidak bisa kirim. Sekarang kita mulai lagi dan Alhamdulillah pesanan sudah mulai lancar,” imbuhnya.

Dalam satu hari ia dan temanya bisa membuat 10 hingga 15 sofenir. Dengan harga yang sangat terjangkau di masyarakat.

Untuk vas bunga dari Aqua gelas ia jual dengan harga 10 ribu – 15 ribu rupiah. Untuk sovenir dari botol bekas yang dalamnya ada air mineral yang diberi pernak pernik, dijual dengan harga 20 ribu – 45 ribu rupiah tergantung tingkat kesulitannya.

Untuk cermin kaca dari ban bekas bisa mencapai 75 ribu rupiah. Sedangkan gantungan kunci 1000 rupiah – 5000 rupiah.

“Pemasaranya sendiri saat ini kita melalui online bisa sampai Jombang dan kota sekitar Blora serta di BUMDes sendiri ada tempat menjualnya,” katanya.

Kepala desa Nglobo Pudik Harto, sangat mendukung warganya yang memiliki inovasi dan kreasi sofenir dari limbah ini.

Bahkan akan dijadikan salah satu paket wisata edukasi sentra kerajinan tangan dari limbah atau sampah.

“Saya sangat mendukungnya, bahkan nantinya akan kami jadikan salah satu paket wisata yang kami tawarkan di Nglobo. Sebagai wisata edukasi,” ucap Pudik.

Di desa Nglobo, lanjut Pudik, akan menawarkan empat paket wisata. Pertama centra kerajinan sampah, kedua wisata taman bermain anak anak, wisata air Taman Sor Pring, dan terakhir pemandian air panas untuk terapi.

“Wis wayahe dolan Nglobo, itu slogan yang kami usung, dengan menawarkan empat paket wisata, di desa kami nantinya,” paparnya.

Sementara Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa yang membina Posyantekdes melalui kepala seksi (Kasi) Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) dan Teknologi Tepat Guna (TTA) Suhartini, SE mendorong, agar lebih maju lagi untuk bekerjasama dengan mitra kerja yang lain.

“Jadi Posyantekdes di desa Nglobo ini akan kami jadikan percontohan untuk Posyantekdes di desa lain, untuk memanfaatkan sumber daya yang ada,” kata Suhartini.

Sebagai pendamping TA- TTG Kemendes RI, mengatakan sesuai Permendes no.13 sekala prioritas di 2021 adalah pembangunan berkelanjutan SDGs, yang artinya apa yang dilakukan masyarakat desa bisa meningkatkan ekonomi, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada.

“Ini memang sudah jadi program dari Kemendes di tahun 2021 ini, menjadi skala prioritas pembangunan berkelanjutan, memanfaat limbah atau sampah menjadi bernilai ekonomis, seperti yang dilakukan teman teman Posyantekdes di sini,” tutup Hastati. (Her/El)