Home Ekbis Kerajinan Pisau Kudus Terkendal Pasar

Kerajinan Pisau Kudus Terkendal Pasar

pisau (6)
Ilustrasi

Kudus, 20/2 (Beritajateng.net) – Upaya pengembangan produk pisau di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga kini masih terkendala pangsa pasar yang masih sedikit.

Salah seorang perajin pisau di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, Sahri Baedlowi di Kudus, Jumat, membenarkan, bahwa kreativitas perajin pisau selama ini masih terkendala dengan pemasarannya, karena pangsa pasar untuk produk pisau yang berkualitas dan hasil inovasi sendiri sangat terbatas.

Permintaan pasar selama ini, katanya, masih didominasi pisau dapur untuk masyarakat kelas bawah sehingga modelnya dari dahulu hingga sekarang belum ada pengembangan secara signifikan.

“Persentasenya bisa mencapai 70 persen untuk permintaan pisau untuk kalangan masyarakat bawah, sedangkan untuk menengah atas masih berkutat di angka 30 persen, bahkan bisa kurang,” ujarnya.

Bahkan, katanya, permintaan pisau dengan harga murah untuk dipasarkan di Surabaya, Malang, Jakarta dan beberapa daerah di Jateng sempat kewalahan.

Kalaupun ada pengembangan produk pisau, katanya, biasanya menyesuikan dengan harga bahan baku, sedangkan harga jual di pasaran sulit dinaikkan sehingga ada penyesuaian bentuk pisau.

Selama ini, perajin mulai melakukan pengembangan, terutama dalam hal kemasan agar lebih menarik minat pembeli.

Produk yang dilengkapi kemasan, kanya, memang ditujukan untuk kalangan menengah atas karena harga jual setiap set yang berisi enam bilah pisau mencapai Rp100.000 untuk tingkat pedagang.

“Hanya saja, pangsa pasarnya yang masih rendah menyebabkan perajin pisau belum bisa berinovasi lebih karena khawatir tidak terserap pasar,” ujarnya.(ant/bj02)

Advertisements