Home Headline Kepolisian Tolak  Beri Perlindungan, Kuasa Hukum Minta Kejelasan

Kepolisian Tolak  Beri Perlindungan, Kuasa Hukum Minta Kejelasan

553

Penganiayaan

SUKOHARJO, 8/10 (BeritaJateng.net) – Pihak Kepolisian belum bisa mengabulkan  permohonan perlindungan terhadap korban san saksi terkait kasus pemukulan terhadap ABG berusia 14 tahun yang diduga  di lakukan  oknum anggota Brimob berinisial Aiptu JS.  

Kapolres Sukoharjo AKBP Andy Rifai menyatakan bahwa berdasar pengakuan keluarga pemohon memang belum ada ancaman dari pihak lain secara nyata. Keuarga korban dan juga saksi hanya merasa takut dan khawatir karena pelakunya dari aparat. 

“Kita belum bisa kabulkan sementara ini karena berdasar keterangan pemohon hanya merasa  ketakutan saja karena pelakunya aparat. Kita bisa berikan perlindungan jika sudah tahu ancamannya seperti apa,” ungkap AKBP Andy Rifai di Sukoharjo Jawa Tengah. 

Sampai saat ini kasus dugaan penganiayaan oknum aparat yang seorang anggota Brimob  kepada warga Perumahan Telukan, Grogol yakni MA, masih dalam proses dan akan segera di lakukan gelar perkara.

“Semua berjalkan sesuai mekanisme yang ada terkait  penyelidikan, sehingga kasus ini tetap berjalan,” tegasnya. 

Sementara itu menanggapi penolakan dari Kepolisian terkait permintaan perlindungan kepada korban dan juga saksi, kuasa hukum keluarga MA yaitu M. Badrus Zaman mengaku sangat kecewa dengan keputusan dari pihak berwajib. 

Seharusnya harap Badrus, apakah ancaman itu sudah terbukti apa belum terhadap kliennya, adalah  menjadi kewajiban bagi petugas kepolisian sebagai pengayom masyarakat untuk menjamin keamanan warga yang membutuhkan. Tanpa harus menunggu adanya suatu kejadian terlebih dahulu.  

“Itu tugas pokok aparat kepolisian untuk menjamin keamanan masyarakat tanpa harus menunggu ancaman terbukti, ” terangnya ketika ditemui beritajateng.net di Solo Jawa Tengah.  

Tentunya lanjut Badrus pihaknya secara prosedural sudah meminta  permohonan perlindungan pada pihak berwajib namun di tolak dengan alasan belum terbukti nyata adanya tindakan pengancaman. Seandainya nanti ada sesuatu yang terjadi (pada kliennya) pihaknya akan meminta pertanggungjawaban dari pihak Polres Sukoharjo.

Selain itu terang Badrus, pihaknya dengan dukungan penuh dari Komnas Perlindungan Anak sudah  melaporkannya pada propam Polda Jawa Tengah. Artinya jika pihak dari Polres Sukoharjo tidak segera menuntaskan kasus tersebut maka pihaknya meminta agar kasusnya di ambil alih Polda Jawa Tengah. (BJ24)

Advertisements