Home Headline Kepala Benjol karena Dipukul Penggaris oleh Gurunya

Kepala Benjol karena Dipukul Penggaris oleh Gurunya

Lokasi pemukulan guru kepada siswanya.

Lokasi pemukulan guru kepada siswanya.

Blora, 31/3 (BeritaJateng.net) – Kasus kekerasan di sekolah kembali terjadi di Blora, kali ini korbanya NDA, siswa SD Karangjati 4 Kecamatan Blora. Siswa kelas III tersebut dipukul pada bagian kepala oleh oknum guru dengan inisial SWR. Akibatnya, kepala NDA benjol dan mengeluh pusing saat di rumah.

Bahkan sehari-hari siswa itu tidak masuk sekolah karena takut. Suwaji (48) orang tua NDA saat ditemui BeritaJateng.net di rumahnya di RT 3 RW 4 lingkungan Nglawiyan Kelurahan Karangjati Selasa (31/3) siang mengatakan, kejadian tersebut pada Kamis (26/3) siang saat menjelang puang sekolah.

Saat itu anaknya sedang bermain dengan temannya, tiba-tiba SWR memukul dengan garis dari kayu. Suwaji melanjutkan, Oknum guru tersebut sebenarnya bukan wali kelas anaknya, SWR sebenarnya guru kelas II.

“Tahunya saat anak saya mengeluh kepalanya benjol lalu ditanya akhirnya menceritakan kalau habis dipukul gurunya,” ujarnya.

Menurutnya, tidak hanya dipukul tetapi tangannya juga dicubiti sampai gosong, padahal anak saya tidak melakukan apa-apa. Setelah kejadian tersebut, Jumat (27/3) anaknya tidak mau masuk sekolah dengan alasan takut. Kemudian dia menemui kepala sekolah untuk melaporkan hal tersebut.

Sulastri Ibu kandung korban menambahkan kalau anaknya minta pindah sekolah saja, dengan alasan takut. Sebbb bukan kali ini guru itu melakukan hal serupa. Bahkan beberapa siswa lain juga pernah merasakan apa yang dialami anaknya, namun mereka tidak berani melaporkan.

“Hari Sabtu dan Senin ini masuk sekolah, namun selalu saya antar karena minta diantar ke sekolah,” katanya.

Suwaji meminta agar guru tersebut dipindahkan dari sekolah, sehingga anak-anak bisa belajar dengan tenang. Bahkan dia melaporkan hal ini kepada Komisi Perlindungan Anak (KPA).

“Saya sudah laporkan ke kepala sekolah agar ditindak lanjuti,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Karangjati 4 Maryono mengakui kalau orang tua siswa sudah bertemu dan mejelaskan kronologis kejadian pemukulan. Saat kejadian dia berada di kelas korban untuk memberikan pelajaran namun setelah itu ditinggal karena ada urusan. Bahkan setelah itu semua pengajar langsung dikumpulkan agar intern sekolah lebih kondusif sehingga aktifitas belajar mengajar bisa berjalan lebih baik.

“Saat ini sudah beres semua, kami meminta orang tua siswa kalau ada apa- apa disampaikan kepada sekolah, dengan demikian hubungan baik dapat dijaga,” tegasnya. (BJ31)

Advertisements