Home Ekbis Kendalikan Harga Beras, Bulog Pati Segera Gelar OPK

Kendalikan Harga Beras, Bulog Pati Segera Gelar OPK

Ilustrasi

Kudus, 24/12 (Beritajateng.net)-Untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Sub Divre II Pati berencana menggelar operasi pasar khusus (OPK) di lima kabupaten yang ada di eks-Keresidenan Pati yakni Kabupaten Pati, rembang, Blora, Kudus, dan Jepara.

”Rencana kita operasi pasar khusus bisa dimulai akhir Desember 2014 agar pada Januari 2015 bisa dituntaskan seluruhnya,” terang Kepala Perum Bulog Sub Divre II Pati, Khozim dihubungi melalui sambungan telepon usai mengikuti Rakor Pangan di Lantai IV Gedung Setda Kudus (23/12).

Beberapa kabupaten, lanjutnya, memang ada yang menjadwalkan OPK dimulai akhir Desember 2014. Namun ada juga kabupaten yang berencana menggelar pada awal tahun 2015 dengan berbagai pertimbangan.

”Beras yang dialokasikan untuk OPK menggunakan beras cadangan dari Pemerintah Pusat. Sedangkan sasaran OPK merupakan rumah tangga sasaran (RTS) yang tercatat sebagai penerima raskin yang jumlahnya mencapai 370.721 RTS yang tersebar di lima kabupaten. Rinciannya, Kabupaten Pati sebanyak 107.317 RTS, Kudus (36.332 RTS), Jepara (85.595 RTS), Rembang (69.014 RTS), dan Blora (72.463 RTS).

”Alokasi yang disiapkan OPK untuk lima kabupaten mencapai 5.560.815 kilogram beras. Tujuan digelar OPK adalah untuk mencegah terjadinya gejolak harga beras selama Natal dan Tahun Baru,” tambahnya.

Terpisah Kepala Bagian Perekonomian Setda Kudus, Dwi Agung Hartono, menambahkan Kabupaten Kudus menjadwalkan pelaksanaan OPK mulai 31 Desember 2014 hingga 8 Januari 2015. Menurutnya, kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut atas surat Pemprov Jateng yang menindaklanjuti surat Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebubayaan perihal OPK menggunakan cadangan beras pemerintah sebagai pengganti alokasi raskin ke-13.

”Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran dan daya beli masyarakat berpendapatan rendah untuk satu bulan alokasi,” paparnya.

Dengan alokasi yang sudah disediakan tersebut, katanya, setiap RTS akan mendapatkan jatah seperti halnya raskin yakni sebanyak 15 kg per RTS. Sedangkan harga tebus yang ditetapkan adalah Rp 1.600 per kilogram atau sama dengan harga tebus raskin.

”Khusus untuk kabupaten Kudus akan menerima alokasi beras sebanyak 544.980 kilogram atau sesuai jumlah RTS sebanyak 36,332 yang tersebar di sembilan kecamatan. Di Kudus, Kecamatan Dawe mendapat alokasi terbanyak yakni 108.135 kilogram,” pungkasnya. (pjh/ss)

 

Advertisements