Home Headline Kenal Dua Minggu di FaceBook Berujung Maut

Kenal Dua Minggu di FaceBook Berujung Maut

pembunuhan

SOLO, 6/5 (BeritaJateng.net) – Nanang Aryanto tersangka pembunuhan terhadap Yuliati Wulandari warga Ganggang Rt 03/08, Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah mengaku menghabisi kekasih yang baru dikenalnya selama dua minggu melalui jejaring sosial facebook ini karena dibakar rasa cemburu.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ahmad Lutfi menjelaskan awal pertemuan mereka di jejaring sosial facebook, dan tersangka menggunakan nama Ome Rehan dan korban memakai identitas aslinya. Setelah seminggu kenal di dunia maya mereka sepakat untuk berpacaran.

Hingga akhirnya mereka bertemu untuk pertama kalinya setalah dua minggu mengenal dan berjanji ketemu di daerah terminal. Kemudian korban menjemput tersangka di tempat yang sudah disepakati.

“Akhirnya mereka bertemu, kemudian mereka berjalan-jalan di sekitar Solo dan sepakat untuk beristirahat di hotel sampai akhirnya terjadilah pembunuhan tersebut,” ungkap Lutfi di Mapolres Solo, Jawa Tengah, Rabu (6/5/2015).

Kapolresta Solo Kombes Pol Ahmad Lutfi menjelaskan jika tersangka cemburu saat korban menerima telepon dari seseorang. Namun sesaat sebelumnya keduanya sempat melakukan hubungan intim.

Tersangka merasa cemburu saat melihat korban asyik menerima telepon dari seseorang. Kemungkinan korban memiliki kekasih lain. Karena korban menolak memberikan handphonenya kepada tersangka mereka akhirnya bertengkar hebat.

“Korban dibekap dari belakang, namun masih sempat melakukan perlawanan dan berteriak minta tolong. Yang akhirnya didengar oleh petugas hotel yang datang ke kamar,” terang Lutfi .

Namun lanjut Lutfi, saat petugas hotel mengetuk pintu justru tersangka meminta agar tidak ikut campur karena itu urusan pribadi mereka sebagai pasangan suami isteri. (Saat mendaftar ke hotel mereka mengaku pasangan suami istri).

“Pada hari yang sudah disepakati, korban menjemput tersangka di terminal. Kemudian keduannya ini putar-putar berkeliling kota Solo menggunakan motor milik korban. Capek keliling kota, keduannya sepakat beristirahat di hotel hingga pembunuhan itupun terjadi,” terangnya.

Hasil dari Olah Tempat Kejadian Perkara, lanjut Lutfi korban belum meninggal meski sudah mendapat tusukan dari pisau lipat milik tersangka. Pasalnya hasil visum menyatakan korban meninggal setelah dibekap tersangka dengan menggunakan sperai milik hotel.

“Saat ini pemeriksaan masih belum selesai. Tersangka membeli pisau yang dipakai untuk membunuh korban di blok M seharga Rp 120 ribu,” lanjutnya.

Tersangka akan dikenakan pasal berlapis, karena sudah direncanakan sebelumnya, tersangka juga membawa kabur barang milik korban. (BJ24)

Advertisements