Home Ekbis Kenaikan Harga BBM Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Kenaikan Harga BBM Pacu Pertumbuhan Ekonomi

(ilustrasi)

Semarang, 12/11 (BeritaJateng.Net) – Ekonom menganggap kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi akan memacu pertumbuhan ekonomi terutama untuk jangka panjang dengan catatan subsidi dialihkan ke sejumlah sektor produktif.

“Selama ini subsidi untuk BBM sifatnya konsumtif sehingga subsidi ini harus dialihkan ke sektor yang bersifat produktif,” kata ekonom dari Universitas Diponegoro Akhmad Syakir, Rabu (12/11).

Menurutnya, sektor produktif tersebut di antaranya infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Dengan bertumbuhnya sektor-sektor tersebut maka akan berdampak baik pada pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang.

“Kalau seberapa lama dampak baik ini akan terasa, tentu dalam perspektif ekonomi tidak bisa dikaitkan dengan waktu, ini harus disesuaikan pada masing-masing sektor,” jelasnya.

Seperti misalnya disektor infrastruktur, pertumbuhan mulai terasa dalam waktu minimal lima tahun seiring dengan dibangunnya sejumlah infrastruktur, salah satunya jalan raya. Sedangkan disektor pendidikan bisa dirasakan dalam waktu 10 tahun kedepan.

Sebagai gambaran, subsidi pendidikan yang diberikan saat ini akan terasa jika penerima subsidi sudah masuk di dunia kerja. Oleh karena itu, subsidi pendidikan ini penting untuk menghasilkan SDM berkualitas, terutama dalam rangka menghadapi persaingan dengan negara-negara lain.

Kaitannya dengan subsidi kesehatan akan bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, di antaranya melalui program BPJS Kesehatan dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Sementara itu, kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi jangka pendek, Akhmad memprediksi akan terjadi kontraksi. Artinya, akan ada pertumbuhan ekonomi ke arah negatif sebagai dampak dari kenaikan harga BBM subsidi ini.

Meski demikian, pertumbuhan negatif tersebut diharapkan tidak lebih dari satu tahun karena semakin lama masyarakat akan semakin bisa menyesuaikan diri dengan harga yang berlaku saat itu.

“Kalau berbicara dampak negatif tentu akan tetap terjadi, paling tidak akan terjadi inflasi. Meski demikian dalam kurun waktu kurang dari satu tahun dampak negatif ini segera tereliminasi,” jelasnya. (ant/pri)