Kementerian PUPR Gelontorkan Dana Rp 40 Miliar untuk Tata Kota Lama

Pemkot giatkan resik-resik kota lama

Semarang, 16/2 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mendapat gelontoran dana tambahan sebanyak Rp. 40 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) untuk penataan infrastruktur dan sarana prasarana kota lama Semarang.

“Detail Engineering Desain kota lama itu sudah kami kerjakan lama, desainnya sudah jadi lama,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono di Semarang, Kamis.

Hal tersebut disampaikan Basuki Hadimuljono usai memberi kuliah umum ‘APBN yang Efektif dan Kredibel untuk Membangun Negeri bersama Menteri Keuangan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Universitas Diponegoro Semarang.

Menurut Basuki, pembangunan infrastruktur dan penataan kota lama tahap pertama akan dimulai 2017. “Sudah direncanakan semua, tahun 2017 ini kami kerjakan tahap pertama,” jelasnya.

Sementara itu, ditempat terpisah, Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengaku telah melakukan komunikasi intensif dengan kementerian PUPR. “Kemarin Selasa (13/2) saya sowan ketemu pak Basuki Hadimuljono Menteri PUPR di Jakarta, dari pertemuan itu Alhamdulillah, pemerintah pusat akhirnya menggelontorkan Rp. 40 miliar untuk penataan kota lama,” ujar Hevearita Gunaryanti Rahayu yang juga Wakil Walikota Semarang, di Balaikota Semarang.

Menurut Ita sapaan akrab Hevearita, dalam Detail Engineering Desain (DED) awal direncanakan penataan kota lama menghabiskan dana Rp. 66 miliar, namun pada akhirnya anggaran yang dijanjikan Pemerintah Provinsi Rp. 22 miliar justru hanya cair Rp. 5 miliar.

Upaya Pemkot Semarang menemui Menteri PUPR membuahkan hasil dengan cairnya Rp. 40 miliar untuk penataan kota lama, serta proyek Pemkot lainnya seperti pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok, Normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur, Normalisasi Sungai Beringin, Pembangunan Tol Semarang-Demak serta pembangunan proyek Jatibarang.

“Saya coba komunikasi, kebetulan kan DED memang dari Cipta Karya Kementerian PUPR yang menyusun sehingga saya yakinkan supaya bisa tambah anggaran,” katanya.

Nantinya, lanjut Ita, pihaknya berencana memprioritaskan anggaran Rp.40 miliar dari Pemerintah Pusat dan Rp. 5 miliar dari Pemprov untuk pada penataan area tengah kota lama. “Kebanyakan bangunan yang sudah direvitaslisasi berada di bagian tengah, sehingga kami konsen tata wilayah tengah agar sesuai harapan pak Menteri kota lama bisa menjadi andalan wisata kota Semarang,” imbuhnya.

Ita menjelaskan, anggaran Rp. 40 miliar dari pemerintah pusat akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan sarana prasana. “Dana Rp. 40 miliar itu lebih pada pembangunan infrastruktur baik drainase, saluran air, jalan, termasuk street furnitur seperti kursi, lampu jalan, gardu telfon serta aksesoris lain,” jelasnya.

Seiring dengan penataan kota lama tersebut, Ita berharap pemilik bangunan kota lama segera bergerak merevitalisasi dan menghidupkan kembali bangunan-bangunan di kota lama. “Masih 105 bangunan yang belum direvitalisasi, kami masih data, kalaupun ada yang tidak diketahui pemiliknya kan bisa dikelola oleh negara. Aturan di BPN kan sudah ada,” lanjutnya.

Ita menargetkan fokus pembangunan fisik infrastruktur dan sarana prasarana akan selesai pada 2018. “Satuan kerja (Satker) dari PUPR sudah bergerak, ya.. nanti mereka yang kerjakan. Makanya kami optimis 2018 kota lama bisa lebih cantik sesuai harapan,” katanya. (EL)

Tulis Komentar Pertama