Home Ekbis Kementerian Perindustrian Ajak 1000 IKM Go Digital Lewat E-Smart

Kementerian Perindustrian Ajak 1000 IKM Go Digital Lewat E-Smart

352

Semarang, 12/3 (BeritaJateng.net) – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) mendorong pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) dengan memanfaatkan teknologi digital.

Hal ini dilakukan untuk memacu IKM nasional berperan pada penerapan revolusi industri 4.0, seperti terlibat di e-commerce yang diimplementasikan dalam program e-Smart IKM yang pada tahun 2019 ini diselenggarakan dengan tema “IKM Go Digital”.

“IKM Go Digital ini adalah langkah nyata Kementerian Perindustrian dalam hal ini Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) untuk mempersiapkan industri kecil dan menengah (IKM) menuju revolusi industri 4.0,” jelas Gati WIbawaningsih, Direktur Jenderal IKMA di sela pembukaan acara e-Smart IKM 2019 di Semarang, Selasa (12/3).

Acara yang dihadiri 1.000 IKM dari seluruh Jawa Tengah ini berkolaborasi dengan 15 (lima belas) platform digital dan lembaga pembiayaan serta dikemas dalam konsep pameran, talkshow, dan workshop.

“Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam Making Indonesia 4.0 adalah UMKM yang tertinggal dalam pemanfaatan teknologi, melalui program ini, kami harap akan menjadi penghubung bagi IKM untuk belajar bagaimana menggunakan platform digital untuk meningkatkan daya saingnya,” ujar Gati.

Kementerian Perindustrian Ajak 1000 IKM Go Digital Lewat E-Smart

Gati menambahkan, penggunaan internet dan infrastruktur telekomunikasi semakin membaik dan berkembang, data APJII menyebutkan tahun 2017 yang lalu pengguna internet di Indonesia mencapai 143,26 juta jiwa atau setara dengan 54,3% dari total penduduk Indonesia.

“Penetrasi penggunaan internet tersebut diharapkan juga dimanfaatkan untuk usaha-usaha produktif yang mendorong efisiensi dan perluasan akses seperti jual beli online,” jelasnya.

Selanjutnya, e-Smart IKM 2019 “IKM Go Digital” ini diikuti oleh 15 kontributor yang diantaranya adalah : Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, Gojek, Blanja.com, Ralali.com, Mbizmarket, Tokoin, Dana, Imooji, odoo Indonesia Network, Tata Sarana Mandiri, BNI, JNE, dan Si Cepat. Selain itu acara ini juga didukung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah dan Dinas Perindustrian Kabupaten / Kota se-Jawa Tengah.

“Kolaborasi ini merupakan kekuatan untuk memperkuat daya saing industri Indonesia, kita harus bergerak bersama” tambah Gati.

Program e-Smart IKM sendiri diluncurkan oleh Kemenperin pada tahun 2017, sampai dengan tahun 2018 sebanyak 5.945 IKM dari seluruh Indonesia turut serta dalam program tersebut dan membuahkan nilai transaksi sebesar Rp. 1,3 Milyar, naik 773% dari nilai transaksi tahun sebelumnya yang hanya Rp. 168 juta.

“Kami harap e-commerce menjadi gerbang bagi para pelaku IKM untuk melakukan transformasi digital. Setelah akses pasarnya diperluas melalui e-commerce, kemudian IKM akan membutuhkan promosi digital, sistem informasi digital, pembayaran digital, dan teknologi digital lainnya” jelas Gati Wibawaningsih.

E-Smart IKM 2019 dengan tema “IKM Go Digital” ini menyediakan 3 topik talkshow serta 13 workshop yang bisa diikuti oleh peserta.

“Saya gembira melihat antusiasme IKM untuk mengikuti acara ini, bukti bahwa IKM kita juga siap mengadopsi teknologi digital, acara serupa juga akan diadakan di Bogor dan Surabaya yang masing-masing akan melibatkan 1.000 IKM,” tutup Gati. (El)