Home Hukum dan Kriminal Kemenlu Segera Pulangkan Jenazah TKW Korban Mutilasi

Kemenlu Segera Pulangkan Jenazah TKW Korban Mutilasi

ilustrasi
Cilacap, 10/11 (Beritajateng.net) – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia akan segera memulangkan jenazah tenaga kerja wanita yang menjadi korban mutilasi di Hong Kong, Sumarti Ningsih (23), ke kampung halamannya di Desa Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

“Tadi, Kemenlu menghubungi saya dan menginformasikan jika jenazah Sumarti Ningsih kemungkinan akan tiba di Jakarta besok siang (Selasa, red.), sekitar pukul 13.30 WIB,” kata ayahanda almarhumah Sumarti Ningsih, Achmad Kaliman kepada wartawan, di Cilacap, Senin.

Selanjutnya, kata dia, jenazah Sumarti Ningsih akan langsung dibawa menuju rumah duka di Grumbul Banaran RT 02 RW 05, Desa Gandrungmangu, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap, melalui perjalanan darat dengan perkiraan waktu perjalanan sekitar sembilan jam.

Menurut dia, pihaknya berencana akan menjemput mobil ambulans pembawa jenazah Sumarti Ningsih di Terminal Bus Sidareja, Cilacap.

“Rencananya, jenazah Sumarti akan dikebumikan di pemakaman dekat rumah pada Rabu (12/11), paling lambat pukul 12.00 WIB,” katanya.

Seperti diwartakan, Sumarti Ningsih dan seorang rekannya yang diketahui bernama Seneng Mujiasih menjadi korban pembunuhan sadis yang dilakukan oleh seorang bankir asal Inggris, Rurik George Caton Jutting (29).

Jenazah Sumarti Ningsih ditemukan dengan kondisi terpotong-potong dalam sebuah koper di balkon lantai 31 apartemen milik Rurik Jutting di Distrik Wan Chai, Hongkong, Sabtu (1/11), dan saat ini pelaku telah ditangkap kepolisian setempat.

Sumarti Ningsih yang lahir di Bungo Tebo, Jambi, 22 April 1991, merupakan anak ketiga dari empat bersaudara buah pernikahan Achmad Kaliman dan Suratmi (49).

Perempuan beranak satu hasil pernikahan sirinya dengan pria asal Semarang itu berangkat ke Hong Kong untuk pertama kalinya pada 2011 dan diberangkatkan oleh PT Arafah Bintang Perkasa Cabang Cilacap untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Setelah bekerja selama dua tahun delapan bulan, Sumarti Ningsih pulang ke kampung halamannya tetapi tidak untuk bekerja, melainkan kursus “disc jockey” (DJ) di Yogyakarta dan mendapatkan sertifikat “Basic DJ Mixing Course” dengan nilai baik.

Selanjutnya, Sumarti Ningsih berangkat kembali ke Hong Kong untuk bekerja di restoran dengan menggunakan visa turis.

Keluarga sempat melarang kepergian Sumarti Ningsih yang menggunakan visa turis itu.

Oleh karena Sumarti Ningsih tetap bersikeras untuk pergi dengan alasan demi masa depan anaknya, Muhammad Hafid Arnovan (5), keluarga akhirnya mengizinkan.

Setelah tiga bulan berada di Hong Kong karena masa berlaku visa turis, Sumarti Ningsih pulang ke kampung halamannya sebelum Ramadhan 2014.

Setelah Lebaran 2014, dia berangkat lagi ke Hong Kong pada 2 Agustus dengan menggunakan visa turis.

Sumarti Ningsih terakhir menelepon keluarganya pada 15 Oktober dan mengabarkan jika dia akan pulang pada 2 November 2014.(ant/pu)

Advertisements