Home Hukum dan Kriminal Kemenkum HAM Dukung Kebijakan Pemerintah Terkait Operasi Pungli

Kemenkum HAM Dukung Kebijakan Pemerintah Terkait Operasi Pungli

421
0

Semarang, 18/10 (BeritaJateng.net) – Kepala Divisi Keimigrasian Kementrian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Jawa Tengah, Muhammad Diah, menekankan kepada seluruh jajaran anggotanya untuk melawan praktik pungutuan liar (Pungli) di lingkungannya.

Hal itu menindaklanjuti pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengistruksikan melakukan Operasi Pemberantasan Pungli (OPP). Langkah tersebut dilakukan guna memberantas praktik-praktik pungli yang selama masih ada.

Diah pun mendukung sepenuhnya apa yang menjadi kebijakan pemerintah terkait operasi ini. Lanjutnya, dia menginginkan sistem pelayanan publik tersebut betul-betul bersih, baik bersih dari para calo maupun bersih dari prakti pungli.

“Kita mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah. Pak menteri sudah mengeluarkan surat edaran dan menyatakan perang dengan pungli. Kita sudah bentangkan spanduk dan baner yang mencanangkan perang dengan pungli tersebut,” tegasnya saat ditemui di Kantornya, Selasa (18/10).

Bahkan, nantinya apabila ditemui anggotanya yang kedapatan melakukan praktik pungli, pihaknya tidak segan-segan melakukan tindakan tegas.

“Bila mana mereka melakukan (pungli), akan dilakukan tindakan tegas. Tidak ada kompromi, akan kita tindak dengan proses hukum walaupun tidak seberapa,” tambahnya.

Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya kini membentuk tim pengawasan. Sebagai aparat negara yang tegas dan transparan, sebut dia, proses pelayanan pun dilakukan secara online.

“Kita melakukan tim pengawasan untuk mendukung apa yang diinginkan presiden. Kita sudah melakukan pelayanan online, tidak hanya manual,” terangnya.

Sehingga demikian, proses pelayanan ini tidak lagi berjalan dari meja ke meja, melainkan dari satu titik. Agar interaksi antara petugas dengan pemohon menjadi sedikit.

“Itu kemudahan-kemudahan pelayanan kepada masyarakat agar ketika mengurus sesuatu, misalkan paspor, tanpa harus melalui calo,” tutupnya. (Bjt02)