Home Headline Kemenag Perkuat Moderasi Islam pada Pondok Pesantren

Kemenag Perkuat Moderasi Islam pada Pondok Pesantren

812
0

JAKARTA, 27/12 (Beritajateng.net) – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melakukan penguatan terhadap pondok pesantren supaya tetap menjaga pengajaran Islam yang moderat.

Sebagai langkah awal dalam upaya menjaga moderasi Islam pada pondok pesantren, Kemenag mengumpulkan para kiai dan ustadz utusan dari pondok pesantren se Indonesia untuk mendiskusikan berbagai kemungkinan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kurikulum supaya lembaga pendidikan yang tertua di Indonesia ini tetap berada dalam keberislaman yang moderat.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamid, KH. Lukman Hakim Hamid menyampaikan bahwa upaya memperkuat moderasi Islam pada pondok pesantren yang dilakukan Kemenag harus diapresiasi dan didukung dengan sepenuh hati. Pasalnya, lembaga yang mengajarkan agama Islam ini kerap disalahpahami sebagian masyarakat sebagai lembaga yang mencetak kader-kader teroris. Padahal faktanya tidak demikian.

“Pesantren, salafnya (tradisionalnya, red) kaya apa setiap acara selalu didahului dengan lagu Indonesia Raya. Kita semua sangat mencintai dan menjaga NKRI. Bangsa ini merdeka juga karena pesantren. Karena itu, kita orang-orang pesantren harus percaya diri,” katanya dalam pembukaan acara Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Moderasi Islam pada Pondok Pesantren dengan tema “Peningkatan Deradikalisasi bagi Santri Pendidikan Pesantren” di Pondok Pesantren Al-Hamid, Jl. Cilangkap Baru No. 01 Cilangkap, Cipayung Jakarta, Selasa (26/12) malam.

Dalam pembukaan acara yang akan diselenggarakan selama tiga hari itu, Selasa-Kamis (26-28/12), kiai yang akrab disapa Gus Lukman berpesan supaya semua pondok pesantren meski beragam kekhasannya dalam menekuni bidang keilmuan Islam, tapi dapat berjejaring untuk bersama-sama menyikapi problem yang terjadi di masyarakat, baik problem yang terjadi di Indonesia sendiri maupun problem internasional.

“Perlu adanya multi ikhtiyar (usaha, red) yang dilakukan pesantren, tidak hanya batin saja. Bagaimana sesama pesantren punya jejaring dalam menyikapi isu-isu global seperti ISIS. Bagaimana pesantren bisa bekerjasama untuk menagani isu-isu global. Hal ini perlu kita diskusikan bersama,” paparnya.

Direktur Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Dr. Ahmad Zayadi, menjelaskan bahwa tantangan umat Islam, terutama pondok pesantren hari ini dan ke depan adalah menjawab bagaimana cara berislam dalam masyarakat yang plural, dan bernegara dalam masyarakat yang relijius.

Karena itu, menurutnya, dengan dikumpulkannya para kiai dan ustadz pondok pesantren se Indonesia ini supaya masing-masing dapat bertukar pengalaman untuk bersama-sama membangun bangsa Indonesia ke depan dalam perspektif orang-orang pesantren.

“Dengan bahasan penguatan moderasi Islam, kita ingin melihat tantangan ke depan, kita ingin menjadi bagian dari solusi tantangan bangsa dan negara ini. Tantangan ke depan bagaimana kita beragama dalam konteks Indonesia yang plural. Fakta bahwa perbedan-perbedaan itu ada, dan itu ada di sekitar kita, ini penting untuk kita sadari bersama. Bagaimana kita mampu beragama dalam konteks Indonesia yang plural, dan juga bagaimana kita mampu bernegara dalam konteks Indonesia yang relijius. Kedua ini yang menjadi tantangan bagi kita semua,” jelasnya.

(NK)