Home Headline Kembangkan Sprayer otomatis, Biaya minimalis, Mahasiswa STPP Magelang masuk Final AGRIVENTOR

Kembangkan Sprayer otomatis, Biaya minimalis, Mahasiswa STPP Magelang masuk Final AGRIVENTOR

3370
0

SEMARANG, 14/3 (beritajateng.net) – Agriventor 2017 adalah kompetisi penemu muda teknologi pertanian yang berupa karya penciptaan, dan atau perekayasaan serta pengembangan. Kompetensi ini diadakan oleh Kementrian Pertanian, dimana tujuan diadakannya lomba ini adalah untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi inovasi yang telah ada.

Dengan kata lain, kegiatan ini merupakan ajang lomba untuk menciptakan atau memodifikaasi suatu alat yang kiranya lebih mengefisiensikan suatu kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan alat dan bahan sederhana. Kriteria inovasi yang akan dilombakan terdiri atas beberapa bidang seperti budidaya, pasca panen, keamanan pangan, pengolahan, dan pengemasan yang tentu saja masih berhubungan dengan dunia pertanian.

Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai Universitas dan maupun Institut ternama di seluruh Indonesia, Institut Pertanian Bogor (IPB) jawa Barat, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dan Universitas Hasanuddin Makassar adalah sebagian dari kampus ternama yang mengikuti kompetisi ini. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang Jurusan Penyuluhan Peternakan merupakan salah satu Perguruan Tinggi Kedinasan yang juga mengikuti kompetisi ini dengan beranggotakan 4 orang mahasiswa semester 8 yaitu Abim Amrullah Dwi Saputra, Anisah Istri Lestari, Eko Syaifudhin, dan Joko Kristiyanto.
Dalam bimbingan oleh drh. Pramu, M. Sc, mahasiswa STPP Magelang memanfaatkan sumber tenaga listrik yang ramah lingkungan serta mudah diperbarui dengan menciptakan sprayer otomatis dari jerigen bekas yang bersumber listrik dari tanah liat.

Hal ini terinspirasi dari kedaan di lapangan yang membuktikan bahwa spayer merupakan salah satu alat yang wajib ada dalam proses produksi pertanian, namun kenyataannya sprayer otomatis yang sudah beredar selama ini harganya relative mahal sehingga masih banyak petani yang belum mampu untuk membeli sprayer otomatis ini.

“Kami mencoba memberi alternative bagi petani untuk bisa memiliki sprayer otomatis dengan harga yang lebih ekonomis, bahkan petani juga bisa membuatnya sendiri karena proses produksinya yang praktis dengan biaya yang minimalis.” Ungkap Eko Syaifudhin.

Beberapa waktu yang lalu, bertempat di BPTP Yogyakarta, peserta semi-finalis diminta unjuk aksi dalam mempresentasikan dan memperagakan alat yang diciptakan dihadapan Juri. Dari 111 peserta, disebutkan 11 diantaranya masuk ke babak final AGRIVENTOR, salah satunya adalah Sprayer Otomatis, milik mahasiswa STPP Magelang Jurluhnak. Dari 11 peserta ini nanti akan ditentukan 3 besar pemenang kompetisi Agriventor.

(NK).