Home Headline Kematian Siswi IPDN, Kapolda Jateng Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan

Kematian Siswi IPDN, Kapolda Jateng Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan

1069
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono
           Semarang, 2/10 (BeritaJateng.net) – Dhea Rahma Amanda, calon Praja Tingkat 1 IPDN angkatan 28 Tahun 2017 asal Lampung tewas saat mengikuti pendidikan dasar mental disiplin praja atau diksarmendispra di Akademi Kepolisian Semarang Jawa Tengah.
            Kapolda Jawa Tengah  Irjen Pol Condro Kirono memastikan tidak ada unsur kekerasan dalam kematian calon praja IPDN Dhea Rahma Amanda, saat mengikuti pendidikan dasar mental disiplin praja di Akademi Kepolisian Semarang, Jawa Tengah. Kepastian itu diketahui dari hasil pemeriksaan rumah sakit,  keterangan para saksi, dan aktivitas selama pendidikan.
             “Dari hasil pemeriksaan di Rumah sakit Bayangkara pada korban mulai masuk tidak ada tindakan fisik apalagi sampai pembunuhan tidak ada, pihak keluarga sudah menerima kita doakan saja semoga almarhum husnul khotimah,” tuturnya saat memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) pejabat utama dan Kapolres di jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jateng, Senin (2/10) pagi.
             Dari hasil pemeriksaan Dokter di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, keterangan sejumlah saksi termasuk rekan-rekan korban satu barak,  dan aktivitas Dhea Rahma Amanda selama dalam pendidikan,  menunjukan tidak ada kekerasan fisik yang diterimanya.
Teman-teman Dhea Rahma mengaku tidak melihat adanya kekerasan yang terjadi dalam kematian Dhea.
Teman-teman Dhea Rahma mengaku tidak melihat adanya kekerasan yang terjadi dalam kematian Dhea.

“Dari hasil fisik luar dan keterangan dari saksi baik itu temannya tidak ada tindak kekerasan pada korban,” tambahnya.

             Sebelumnya siswi calon Praja  Institut Pemerintah Dalam Negeri bernama Dea Rahma Amanda, 17 tahun, mendadak meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar di Akademi Kepolisian Semarang, Jawa Tengah, Minggu, 1 Oktober 2017. Siswi tersebut meninggal dunia setelah melaksanakan pelatihan lari di lapangan sekitar pukul 08.15 WIB.
             Korban sempat mendapat perawatan di rumah Sakit Bhayangkara, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah capraja asal Lampung ini, tadi pagi (Senin 2/10) sekitar pukul 4 sudah dibawa pulang oleh pihak keluarga ke kampung halaman. Pihak keluarga sudah ikhlas menerima dan tidak bersedia untuk dilakukan otopsi dalam. (Nh/El)
Advertisements