Home Headline Kemaluan Bocah Terputus Saat Khitan, Pelaku Akui Tak Miliki Izin Praktik

Kemaluan Bocah Terputus Saat Khitan, Pelaku Akui Tak Miliki Izin Praktik

132
0
Kemaluan Bocah Terputus Saat Khitan, Pelaku Akui Tak Miliki Izin Praktik
        KAJEN, 11/9 (BeritaJateng.net) – Pelaku dugaan malapraktik kemaluan bocah terputus saat khitan di Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan, diketahui tidak memiliki izin praktik. Informasi tersebut terungkap saat Polres Pekalongan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
         “Pelaku tidak memiliki izin praktik. Dia tidak memiliki kemahiran di bidang kedokteran hanya pensiunan pegawai negeri sipil yang sebelumnya bekerja di sebuah puskesmas,” kata Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan ketika melakukan gelar perkara kasus malapraktik di Halaman Mapolres Pekalongan kemarin.
        Tidak hanya itu, diketahui alat yang digunakan untuk praktik juga tidak steril lantaran berkarat, serta bukan alat modern seperti sekarang. Menurutnya, pelaku membuka praktik khitan cukup lama dengan sasaran warga lokal dengan upah sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 350 ribu per praktik.
        “Dalam aksinya pelaku bertindak sendiri tidak dibantu rekan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya akan dikenakan Pasal 360 KUHP ayat 1 tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain mengalami luka. Ancaman hukumannya sekitar lima tahun penjara,” ucapnya.
         Adanya kejadian ini, dirinya mengimbau kepada masyarakat agar lebih teliti dalam menggunakan jasa layanan kesehatan dengan mengecek izin praktik. “Kalau tidak memiliki izin lebih baik jangan digunakan. Cari dokter yang berkompeten untuk menghindari hal tidak diinginkan,” imbaunya.
        Sementara itu, pelaku malapraktik Bardi (60) warga Dusun Wonosari Gede  Desa Kalimojo  Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan mengakui kesalahannya. Dia mengatakan, sebelum melakukan praktik dirinya telah mempersiapkan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan untuk mengkhitan seperti biasanya.
        “Saya sadar melakukan hal itu. Tapi Allah berkehendak lain tanpa disadari telah melakukan kelalaian. Saat kejadian korban tidak gerak-gerak atau merintih kesakitan, lantaran telah dibius. Adanya kejadian ini saya mengaku menyesal,” ucapnya. (ST/El)