Home Lintas Jateng Kelola Sampah Kurangi Resiko Banjir

Kelola Sampah Kurangi Resiko Banjir

394
Warga membersihkan sampah yang terbawa arus sungai Beringin.
           SEMARANG, 23/2 (BeritaJateng.net) – Banjir yang berulang kali melanda sebagian wilayah Kota Semarang ditengarai akibat penumpukan sampah. Sejumlah masyarakat masih memanfaatkan saluran sebagai tempat pembuangan sampah. Untuk mengeliminir kebiasaan ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang melalukan berbagai upaya.
          Salah satunya adalah mengelola sampah di hulu atau di sumber sampah. Saat ini DLH sudah menginisiasi pendirian Bank Sampah di sejumlah kelurahan. Tidak hanya mendirikan saja, DLH juga membantu pembangunan rumah pilah sampah serta perangkat pendukungnya termasuk timbangan dan komputer untuk kegiatan administrasi.
        Langkah DLH ini mendapat pujian dari Wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu usai membuka talk show gerakan peduli sampah di gedung Lokakrida Moch Ikhsan Semarang.
         Menurut wakil walikota, penanganan sampah harus dilakukan dari hulu sehingga bisa mengurangi buangan sampah di sungai. “Kemarin saat banjir, ternyata penyebab utamanya adalah sampah yang menumpuk di saluran, selain curah hujan yang tinggi. Buktinya saat sampah yang menyangkut di jembatan itu disingkarkan air bisa mengalir lancar, ini menunjukan bahwa penanganan sampah yang baik bisa mengurangi resiko banjir,” ujar Hevearita Gunaryanti Rahayu.
         Dia menambahkan, khusus untuk sampah di saluran, sebenarnya tidak hanya bersumber dari warga Semarang, namun juga lintas kabupaten. Beberapa sungai besar di Semarang, menurutnya berhulu di Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang. Sehingga dalam waktu dekat pihaknya akan menggandeng kedua pemkab itu untuk bekerja sama.
        “Edukasi pengolaan sampah tidak hanya dilakukan pada warga Semarang saja, namun juga di Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang, sehingga sampah yang masuk ke sungai bisa berkurang,” katanya.
         Edukasi yang dilakukan oleh DLH Kota Semarang, saat ini sudah berjalan dengan sangat baik. Memang ada sebagian kecil dari warga Kota Semarang yang masih membuang sampah di sungai atau saluran. Untuk itu DLH diminta terus melakukan edukasi pengelolaan sampah yang baik pada masyarakat. “Hasil dari pengelolaan sampah juga akan kembali ke masyarakat, jadi meski sampah namun masih memiliki nilai ekonomis,” ujar Wakil Walikota.
         Hasil pengelolaan sampah oleh masyarakat kemarin juga ada beberapa yang dipamerkan. Seperti bungkus minuman sachet yang jadi tas, atau botol kemasan minuman yang jadi kerajinan tangan. “Hasil kreatifitas masyarakat dalam mengelola sampah patut kita apresiasi, kita akan dorong agar terus berkembang,” ujarnya.
         Sementara itu Kepala DLH Kota Semarang Gunawan Saptogiri menambahkan, pengelolaan sampah yang dilakukan oleh masyarakat cukup efektif dalam mengurangi pembuangan sampah ke TPA Jatibarang. Dari data yang masuk, jika pada tahun 2016 ada 82 persen sampah yang dibuang ke TPA Jatibarang. Namun pada tahun 2017 lalu yang dibuang ke TPA Jatibarang mencapai 78 persen.
         “Masyarakat Semarang setiap hari memproduksi sampah hingga 1400 ton, jadi cukup besar,” katanya.
         Selain mengurangi pembuangan sampah ke TPA pengelolaan sampah juga mendatangkan manfaat bagi masyarakat. “Kami akan terus membantu masyarakat untuk membentuk bank sampah, tidak hanya bangunan saja, namun juga peralatan pendukungnya seperti timbangan dan komputer,” katanya. Melalui pengelolaan sampah ini diharapkan masyarakat juga akan mendapatkan manfaat secara ekonomis.
(El)