Home Lintas Jateng Kelestarian Budaya Jawa Perlu Didukung Perda

Kelestarian Budaya Jawa Perlu Didukung Perda

695
0
Kelestarian Budaya Jawa Perlu Didukung Perda
        KAJEN, 4/10 (BeritaJateng.net) – Untuk melestarikan kebudayaan daerah khususnya Jawa, baik dari sisi bahasa maupun keseniannya perlu didukung pemerintah daerah dengan cara pembuatan peraturan daerah sebagaimana keseriusan Pemrov Jateng yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Jawa Tengah No. 55/ 2014.
         “Untuk melindungi, membina dan mengembangkan bahasa, sastra dan aksara Jawa, Pemprov Jateng telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah No. 55/ 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Jawa Tengah No. 57/ 2013 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2013 tentang Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa. Agar hal tersebut lebih kuat, pemerintah daerah perlu menyikapi dengan cara pembuatan perda,” kata Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Tengah Bambang Sadono.
         Menurutnya, penguatan regulasi itu penting dilakukan karena Bahasa Jawa merupakan salah satu produk budaya khas daerah yang kini semakin terkikis dampak globalisasi.
         “Bahasa Jawa dapat dijadikan idenstitas, ciri dan karakteristik budaya orang Jawa. Sehingga keberadaanya sangat penting, tidak hanya di sekolah akan tetapi juga di masyarakat. Karena negara yang kuat berpijak dari akar budaya yang kuat, seperti Jepang, China dan India. Saya melihat Indonesia juga dapat menjadi negara kuat jika ditopang dengan landasan budaya kuat juga,” katanya.
          Ditambahkanya, peran pemerintah daerah sangat diperlukan untuk lebih memperhatikan Bahasa Jawa, utamanya di sekolah. Apalagi saat ini di Kabupaten Pekalongan masih kekurangan guru Bahasa Jawa. “Bahasa Jawa harus mendapat prioritas, untuk porsi pelajaran di sekolah sekarang ini meski hanya dua jam pelajaran setiap minggu, tapi harus dimaksimalkan agar hasilnya dapat berarti,” ujarnya.
       Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Susanto Widodo menjelaskan, secara umum peraturan daerah yang membahas tentang kebudayaan Jawa memang belum ada. Namun dengan merujuk Pemrov Jateng pihaknya telah memaksimalkan jam pelajaran Bahasa Jawa.
         “Untuk mengatasi kekurangan guru Bahasa Jawa di Kabupaten Pekalongan saat ini sekolah sudah dibantu dengan guru wiyata bakti dengan status non PNS. Dinas pendidikan akan mencoba mengoptimalkan potensi yang ada, dan segala masukan akan dijadikan koreksi bersama agar pelaksanaan pembelajaran lebih optimal. Bahasa Jawa harus menjadi tuan rumah di Jawa tengah khususnya di Kabupaten Pekalongan, hal itu agar para peserta didik tidak kehilangan jati diri,” tandasnya didampingi  Sekretaris MGMP Bahasa Jawa Kabupaten Pekalongan Suratno. (ST/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here