Home Life Style Kelenteng Kong Tik Soe Gang Lombok Gelar ‘Ulambana’ Pelimpahan Jasa Pada Leluhur

Kelenteng Kong Tik Soe Gang Lombok Gelar ‘Ulambana’ Pelimpahan Jasa Pada Leluhur

P_20150909_110444_1

Semarang, 10/9 (BeritaJateng.net) – Kelenteng Kong Tik Soe yang berada di Gang Lombok Semarang segera memungkasi perayaan Ulambana, yakni pelimpahan jasa kepada leluhur dengan berbagai kegiatan dan ritual.

“Perayaan Ulambana atau Pattumodana diawali dengan sembahyang ‘Gwee Am Gauw’ atau pembukaan pintu akhirat, 17 Agustus lalu,” kata Ketua Yayasan Kong Tik Soe Aman Gautama di Semarang, Rabu.

Pada 28 Agustus 2015, kata dia, dilanjutkan dengan ritual sembahyang “Cit Gwee Phoa” yang tepat diselenggarakan pada tanggal kelima belas bulan ketujuh menurut penanggalan Lunar (bulan).

Setelah itu, kata dia, perayaan Ulambana kembali dilanjutkan dengan “Pang Tjwie Ting”, yakni melepaskan pelita di atas air yang mengalir untuk mendoakan arwah-arwah yang wafatnya di air.

“Ada pula sembahyang ‘Fang Shen’, yakni melepaskan mahluk hidup, seperti ikan dan burung ke alam bebas. Rencananya, kami akan melepaskan ratusan lele dan belut ke Kali Semarang,” katanya.

Pemilihan lele dan belut, kata dia, karena daya tahannya dua binatang itu kuat mempertimbangkan kondisi Kali Semarang di depan Kelenteng Kong Tik Soe yang banyak memiliki endapan lumpur.

Pada hari yang sama, yakni Kamis (10/9), diselenggarakan pula “King Hoo Ping” atau dikenal dengan “sembahyang rebutan” untuk mendoakan arwah almarhum atau almarhumah yang tidak memiliki ahli waris.

“Dulu, memang ada pembagian ‘gunungan’, namun sudah lama kami tiadakan. Gantinya, kami akan membagikan sembilan bahan pokom (sembako) sebanyak 1.500 paket kepada masyarakat tidak mampu,” katanya.

Selain itu, kata dia, dilakukan pula sembahyang Pattumodana, yakni sembahyang pelimpahan jasa kebajikan yang ditujukan kepada arwah almarhum atau almarhumah yang memiliki ahli waris.

“Kami menerima masyarakat yang ingin mendaftarkan arwah sanak saudaranya untuk didoakan. Sejauh ini, sudah ada 2.600 nama arwah yang sudah masuk daftar kami. Kemungkinan bertambah lagi,” katanya.

Aman mengatakan puncak perayaan Ulambana baru digelar pada Jumat (11/9) mendatang dengan sembahyang “Tee Cong Ong Poo Sat” atau mengundang para dewa, Sang Buddha, dan lainnya untuk memberkati arwah.

“Di hari yang sama, perayaan Ulambana akan ditutup dengan sembahyang ‘Siu Am Gauw’ yaitu sembahyang menutup pintu akhirat. Sembahyang ini merupakan penutup bulan Ulambana,” pungkasnya. (Bj)