Home Headline Kekeringan, Warga Blora Cari Air di Embung yang Mengering

Kekeringan, Warga Blora Cari Air di Embung yang Mengering

583
0
Kekeringan, Warga Blora Cari Air di Embung yang Mengering
       BLORA, 4/10 (BeritaJateng.net) – Kekeringan yang melanda wilayah kabupaten Blora Jawa tengah, memaksa warga mencari sumber mata air. Di dusun jelubang desa ngampon kecamatan jepon, Blora warga membuat lubang besar di dasar embung yang telah mengering. Sisa-sisa air embung itulah yang selama ini dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari.
        Sumindang, warga setempat mengatakan, sudah hampir 5 bulan ini ia bersama warga lainnya memanfaatkan sumur gali tersebut. Dalam sehari ia bisa membawa pulang 2 pikul air untuk kebutuhan sehari-hari. Selain membuat lubang di dasar embung, warga juga memanfaatkan sisa air yang keluar dari lubang paralon yang terpendam di dasar embung. Untuk mengambil air tersebut, warga harus duduk sambil menggantungkan tangannya sampai ke tanah.
        “Ini yang buat (gali) anak saya. Keluar airnya sedikit-sedikit saya ambili. Ya harus sabar, sehari biasanya hanya dapat 2 pikul,” kata sumindang, Kamis (4/9/2018).
Untuk mendapatkan air tersebut, warga harus naik turun embung sedalam 8 meter.
        Sedangkan untuk mengambil air di dalam sumur galian yang dalamnya mencapai 2 meter, warga juga harus ekstra hati-hati, karena dibuat tanpa adanya alat pengaman.
        “Biasanya kalau ambil air ya pas pagi atau sore hari, kalau siang seperti ini ya panas. Ini airnya buat mandi, mencuci, buat ngombor ternak juga,” ujarnya.
       Menurut Sumindang, sudah sejak 5 bulan lalu, air di dalam waduk mulai mengering. Untuk mendapatkan air, banyak warga yang keluar desa mencari air. Bantuan air dari pemerintah juga dirasa masih kurang mengingatnya banyaknya warga yang membutuhkan air.
       “Kalau bantuan, saya belum pernah dapat, soalnya baru sampai tengah desa air sudah habis. Warga yang di dekat embung tidak pernah kebagian. Akhirnya banyak warga yang keluar desa mencari air,” ucapnya.
       Kepala desa Ngampon, Yahman mengatakan, ada sekitar 120 lebih warga di dusun jelubang yang krisis air bersih. Kekeringan sendiri, hampir setiap tahun terjadi. Untuk mendapatkan air, mereka biasanya mencarinya sampai ke luar desa.
        “Kalau di sana (Jelubang) memang setiap tahun kekeringan. Lha wong kemarau 2 bulan aja sulit air apalagi ini hampir 5 bulan, ya jelas pasti sulit,” ucapnya.
        Menurutnya, embung jelubang yang ada saat ini juga tidak bisa diandalkan warga. Embung tersebut mengalami kebocoran sejak dibangun pada 2008 lalu. “Embung itu ada masalah, padahal sudah sering diperbaiki, namun tetap saja bocor. Kalau musim penghujan airnya penuh tapi lari ke sawah-sawah kalau kemarau kayak gini ya pasti habis,” terangnya.
(MN/El)